Jumat, 07 Februari 2025
MAKRIFAT SALAH FAHAM TUJUAN
Moch Djamhar Abdul Karim :
====================
*MAKRIFAT*
*SALAH FAHAM TUJUAN*
====================
Assalamualaikum wr.wb. Abah, berkaitan dengan kalam Abah pada kalimat ini *"Ilmu Pengetahuan sbg Pepeling dan Pengingat shg Tholabul ilmi Menjadi Wajib sebab didalamnya Terdapat Koreksi Diri dan Perbaikan Diri Tetapi bila ilmu itu ndak Membawa Pengaruh pada Koreksi Diri dan Perbaikan Diri maka Jadilah hanya Wawasan Pengetahuan Belaka dan Belum jadi ilmu sebab Aslinya ilmu itu Adalah Nur (Cahaya) yang bisa Menerangi dan Mencerahkan bagi Siapapun yang dikaruniakannya shg Menjewantah Turut Mencahayai Sekitarnya"*, Bagaimana dengan jama'ah yang saya masukkan ke grup Murri ini, tp mereka tidak pernah sowan ke Abah/ bila ada kegiatan Murri juga TDK peduli, atau dgn kata lain mereka cuman hanya ingin menambah wawasan pengetahuan saja, tanpa menganggap Abah sebagai guru yang sudah memberikan ilmu yang begitu berharga tuk kehidupan nya. 🙏🙏🙏
===========
Wslm Wr Wb,
Kita Hidup ini Masing-masing Membawa Takdirnya Sendiri-sendiri, Saya juga Dahulu spt itu, Namanya juga Proses masih Untung Mau Ngaji, Nanti Takala Masanya sudah Tiba maka Barulah Ngeh (Sadar) Betapa Pentingnya Jalan Akhirat ini, Terutama Jalan Menuju Alloh SWT itu, Ngaji itu Ibarat Bertuhan : *"Takala disuruh Pilih Mau Surga Apa Tuhan, maka Banyak Hamba yang lebih Memilih Surga daripada Tuhannya Sendiri. Sama seperti disuruh Pilih Mau Ilmu Apa Guru, maka Banyak Murid yang lebih Memilih Ilmu daripada Gurunya Sendiri. Sama seperti disuruh Pilih Mau Keramat Apa Wali Alloh, maka Banyak Umat yang lebih Memilih Kekeramatan daripada Wali Alloh"*. Padahal Bila Pilihnya Tuhan maka Ia dapat Jannah Terbaik Bukan Jannah Tingkat Rendah, Bila Pilihnya Guru maka Ia dapat Ilmu Terbaik Bukan Wawasan Belaka, Bila pilihnya Wali Alloh maka Ia akan dapat Kekeramatan dan Keridhoan Alloh SWT. Biasanya Salah Memilih ini Akibat dari Awam or Lugu or Polos Belum Memiliki Kefahaman Dasar dalam Beragama, maka Maklumin, Namanya juga Proses Diri Ada yang Lamban, Ada yang Cepat Bahkan Ada yang Super Cepat, Bahkan Saking Lambannya sampai Keburu Mati Belum Sadar-sadar juga Padahal sudah Seering Alloh SWT Berikan Kesempatan, semoga saja diberikan Takdir-takdir yang Lebih Baik lagi.
============
Ku Mau Cerita,
Kemarin Hari Senin Tanggal 14 Oktober 2019 Adalah Praktikum Tauhid Ketiga Sahabat MURRI Giliran Wanitanya. Tibalah Giliran Mbak Nur (40 Tahun lebih) Jakarta Praktikum Tauhidnya di Wilayah Pertigaan Keronjo lalu ke Jalan Pulo Cangkir kemudian ke Makam Pangeran Jaga Laut Tangerang, Banten.
Begitu didekat Pertigaan Keronjo dititah Turun agar Temukan Simbol Diri sesuai Greteg Hati di Masjid itu (sambil nunjuk), Akhirnya Ia Turun lalu 10 Menitan Masuk ke Mobil. Apa yang Kamu Jumpai disana, Ia Jawab : "Greteg Hati Saya Adalah Nama Masjidnya Baitul Rohman, Kalighrafi Tulisan Inna Sholati Wanusuki dst, dan Jam Dinding Warna Putih Menunjukan Jam 2 Siang". Akhirnya dijelaskan bahwa *"Ketiga Simbol itu Adalah Pembuka Perjalanan Diri yakni : Masjid Baitul Rohman Adalah Tempat Pengasih itu Perlambang MURRI, Adapun Kalighrafi "Inna Sholati Wannusuki dst" Adalah Pelajaran-pelajaran di MURRI yang Fokus Ttg Akidah, Syari'at dan Akhlak Baik secara Teori maupun Praktik-praktiknya, sedangkan Jam Dinding itu Adalah Simbol Flash Back Diri Kamu Dahulu sebelum Masuk ke MURRI spt Apaan maka diputar lagi dan diingat-ingat Kembali, sebab Kita akan Bahas Ketiga Hal itu Kedepannya"*. Begitu Masuk Jalan Pulo Cangkir Ada Banyak Rumah Warga, lalu Mbak Nur ini dititah Turun agar Bertanya ke Salah Satu Warga Ttg Apakah diwilayah ini Ada Orang yang Bisa Ilmu Pengasihan (spt Pasang Susuk, Pelet dkknya), Akhirnya Ia Keluar Mobil sekitar 10 Menitan Masuk Kembali lalu Ia Berkata bahwa : "Warga Sini nggak pada Tahu, Saya Tanya ke yang Lain Katanya Belum Lama Tinggal disini Jadi Nggak Tahu"|| *"Terus Kamu Lihat Raut Wajah Mereka spt Aapa?"*|| "Melihat Saya spt Aneh dan Jijik"|| "Nah spt Itulah Penglihatan Para Sahabat MURRI kepada Kamu sebab Kamu Karakternya ndak Mau Berbaur dengan Mereka maka dilihatnya Aneh dan Jijik, Itu Pengaruh Ilmu-ilmu Permi'ingan Lelakon Kamu Jaman Dahulu shg Salah Pergaulan dan Salah Memilih Teman, Akhlak Pejalan Pemula yang Keliru itu Adalah yang Salah Kamu Nyambung sedangkan yang Sholeh Kamu Hindari, shg Kamu Akhirnya Ikut pada yang Salah Baik Teman maupun Pergaulannya"*.
Lanjut, ketika Melewati Kumpulan Anak-anak lalu Berhenti lagi agar Ia Bertanya kepada Anak-anak Tersebut : "Cara Berbaur dan Berinteraksi sama Orang itu Gimana Dek.?". Kemudian Sekitar 10 Menitan Balik lagi ke Mobil lalu Berkata bahwa : "Anak-anaknya pada Budal, Tinggal Satu Saya Tanyakan Ttg Cara Berbaur dan Berinteraksi sama Orang Gimana, Eh Malah Buang Muka lalu Pergi juga"|| *"Nah spt Itulah Akhlak Kamu ketika Berbaur dan Berinteraksi Bersama Para Sahabat MURRI, Jangan Buang Muka or Menghindar Terus Yah shg dilihatnya jadi Jijik dan Aneh ndak spt Umumnya Para Sahabat yang Lainnya, Perbaiki lagi Yah. Kamu ini Ada Apanya yah, sampai Anak-anak Kecil saja Buang Muka dan Pergi spt itu, Coba Kamu Jujur sebelum Masuk di MURRI Apa saja yang sudah Kamu Lakukan sebab Badan Bathin Kamu Kotor Sekali"*. Akhirnya Ia Cerita Beberapa Hal, Salah Satunya Adalah "Pernah Ia diruqyah Melalui HP oleh Seseorang dari Jawa, Terus disuruh Dzikir 40 Harian Katanya itu Dzikir Thareqat Naqsyabandiyyah Tapi Saya nggak sampai 40 Hari sudah Berhenti"|| *"Begini Yah, Kamu agar Jangan Keluar Masuk MURRI Tar Keluar Masuk MURRI lagi shg yang tadinya sudah dirapikan dan dibersihkan Akhirnya Kotor lagi Kotor lagi shg Kamu ndak Nyambung Alias Ngelantur Terus, Gini saja Kita Buktikan Kamu di MURRI Kalau spt itu Terus Jadi Apaan"*, lalu Turun lagi Bertanya kepada Dua Orang yang sedang Mancing di Kali dekat Tambak, Bertanyanya : "Bapak, Apakah sudah dapat Ikan, Nanti Kalau dapat Lihat Ikannya Ada Berapa dan Sebesar Apa, Bila ndak dapat, Tanya Kenapa ndak dapat Sejak Kapan Mancingnya bisa Belum dapat.?", Ternyata setelah Ia Lihat Rupanya : "Belum dapat Ikan sama Sekali, Padahal Mancingnya Sejak Pagi"|| *"Nah itu Gambaran Kamu di MURRI, Walaupun di MURRI Kamu sudah Lama Tapi Pabila Keluar Masuk Terus, ndak Fokus dan ndak Serius Taubat dan Memperbaiki Dirinya, Walaupun Kamu Mengerjakan Amalan Bermahar or Pakai Pancingan Duit ditempat Lain maka Kamu ndak dapat Apa-apa Alias Sia-sia Belaka Sebenarnya sebab Cuman Mancing Tapi Kenyataannya Kosong ndak dapat Ikannya, Akhirnya hanya Sampah-sampah Wawasan Pengetahuan Belaka yang Berserakan, Berbeda Bila Kamu mau Fokus Taubat dan Memperbaiki Diri di MURRI Kelak akan dapat Banyak Ikannya. Tar Kita Buktikan Keadaan Diri Kamu Biar Kamu Sadar dan Menyadari"*.
Begitu Ada Tempat Pemancingan Ikan disuruh Merenungkan Diri disana Sekitar 10 Menitan... BERSAMBUNG.
*"Ilmu yang Asli (Cahaya yang Mencerahkan) akan Membawa Perbaikan Diri Baik yang Lahir Maupun yang Bathin, sedangkan Ilmu yang Aspal (Asli Tapi Palsu) hanya Wawasan Pengetahuan Belaka shg ndak Membawa Koreksi dan Perbaikan Diri dalam Kehidupannya Sehari-hari"*.
#Masjid Ba'lawi dekat Pasar Tarim ini Banyak Peninggalan dan Keunikan Sejarahnya dari Jaman ke Jamannya yang Berhubungan dengan Beberapa Tokoh Besar Habaib, spt : Pintu Nabi Khidhir A.S., Pembangunannya oleh Imam Ali Kholi Khosam, Tempat Duduk Imam Faqih Al Muqoddam (Tiang Spiral spt Foto ini), Tempat Duduk Kayu Imam Al Idrus, Tempat Duduk Batu Imam Al Haddad, Renovasi Imam Al Muhdhor d.l.l. maka Akhlak dan Adatnya Jangan di Foto, Tapi Namanya Umat Belum Tahu Akhlaknya spt itu, saat Saya Masuk dan Sholat Pertama Kali Termasuk Duduk dibeberapa Tempat Litabarruk maka PR Kuncinya Adalah Akhlak, Ngaji, Ibadah, Dzikir dan Umat. Sumber Foto Bukan dari Saya *_^
Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)
~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar