Sabtu, 01 Februari 2025

MAKRIFAT KRONOLOGI RUH QOLBU

Moch Djamhar Abdul Karim : ===================== *MAKRIFAT* *KRONOLOGI RUH QOLBU* ===================== Assalamualaikum wr wb abah semoga sehat selalu aamiin, abah saya pernah baca bahwa ruh itu termasuk kedalam hati, itu bagaimana maksudnya. ========== Wslm Wr Wb, Pada Kajian Ini Kita akan Bahas Satu Sisi Manusia yang Pokok yang Merupakan Bagian dari Alam Al Kholq (Alam Ciptaan) dan Pada Sisi Lain Bagian dari Alam Al Amr (Pertemuan Dua Alam yaitu Ketuhanan dan Kemakhlukan). Maksudnya Ketuhanan dibawah Alam Wahidiyyah yaitu Asma Alloh SWT dan diatas Alam Mitsal yaitu Hakekat Empat Nur Nabi Adam A.S. shg dianta Keduanya ini Adalah Alam Arwah (Ruh). Segala sesuatu yang bisa dikenai Ukuran Panjang Lebar, Kadar dan Mekanisme Adalah Termasuk Alam Al Kholq, namun Hati Tak Memiliki Ukuran Panjang, Lebar dan juga Ukuran Tertentu. Oleh Karena Itu, Ia ndak Menerima Pembagian. Tapi Jika bisa dibagi, maka Ia Termasuk Alam Al Kholq. Contohnya : Sisi Sifat Bodohnya maka Ia Pun Menjadi Bodoh Tapi dari Sisi Sifat Pintarnya Ia Pun Menjadi Pintar, Jadi Tergantung Sisi dan Sudut Pandangnya. Namun Segala Sesuatu yang Terdiri dari Sifat Bodoh dan Sifat Pintar pada saat yang Sama Adalah Mustahil, Artinya Kedua Sifat ini ndak Bisa Bersama. Dengan Kata Lain, Ia Bagian dari Alam Al Amr, karena dalam Alam Al Amr ndak Berlaku Ukuran Panjang, Lebar maupun Ukuran Tertentu. Sebagian dari Para Pengkaji Diri Mengira Bahwa : *"Ruh itu Bersifat Qodim (Awal)"*, maka Mereka telah Keliru Sebenarnya. Ada juga Sebagian Pengkaji Diri Berpendapat Bahwa : *"Ruh Adalah ‘Arod (Sifat)"*, maka Mereka pun juga Keliru dalam Pengkajiaanya, karena Sifat-sifat itu Sesungguhnya ndak Pernah Bisa Berdiri Sendiri, Tetapi Mengikuti kepada yang Lain. Maka Itu, Saya Beritahukan disini Bahwa : *"Ruh itu Adalah Asalnya Anak Cucu Adam, sedangkan Hati Adalah Tempat Tumbuhnya"*. Jadi, Bagaimana Mungkin Dia Bisa Berubah Menjadi Sifat. Ada juga Sebagian Pengkaji Diri Mengatakan Bahwa : *"Ruh Adalah Badan Jasmani itu Sendiri"*, Mereka juga Keliru, sebab yang Namanya Badan Jasmani itu Menerima Pembagian sedangkan Ruh ndak Bisa dibagi-bagi. Adapun Ruh yang Sejak Tadi Kita Bahas ini disebut Hati, Itu Adalah *Media Tuk Mengetahui dan Mengenali Alloh SWT*. Oleh karena itu, Ia Bukan Merupakan Badan, Bukan juga Sifat, Melainkan Berupa Unsur Esensi Malaikat. Mengetahui Ttg Ruh Memang Sangatlah Sulit, karena Agama ndak Memberi Jalan Sedikit pun Jua. Dan Agama ndak Memerlukan Tuk Mengetahuinya, sebab yg dinamakan *Agama itu Esensi Dasarnya Adalah Kesungguhan (Mujahadah), sedang Ma’rifah (Mengetahui) Adalah Tanda Hidayah*, Sebagaimana KalamNYA di QS. Al Ankabut Ayat 69 : وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ. *"Dan Orang-orang yang Berjihad Tuk (Mencari Keridhoan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada Mereka Jalan-jalan Kami. Dan Sungguh, Allah Beserta Orang-orang yang Berbuat baik"*. Dan Barangsiapa yang ndak Bersungguh-sungguh, Ia ndak diperkenankan Membahas, Mengkaji or pun Mencari Hakikat Tentang Ruh Tersebut. Sebab *Dasar Utama Agama Adalah Mujahadah*, sedangkan Mujahadah itu Sendiri Adalah Mengetahui Tentara-tentara Hati, karena Manusia Jika ndak Mengetahui Seluk Beluk Kemiliteran, Ia ndak dibenarkan Tuk Pergi Berjihad sebab itu Berarti Belum Saatnya Pergi Berperang, Itulah Mengapa Harus Sungguh-sungguh (Jihad, Mujahadah). Ketahuilah, Bahwa Jiwa Adalah Kendaraan Hati, sedangkan Hati Memiliki Bala Tentaranya, spt KalamNYA di QS. Al Mudatsir Ayat 31 : *“...Dan Tak Ada yang Mengetahui Tentara TuhanMu Kecuali Dia sendiri..."*. Hati diciptakan Tuk Pekerjaan Alam Akhirat, agar Mendapatkan Kebahagiaannya. Kebahagiaan Hati Adalah dgn Mengetahui Tuhannya. Mengetahui Tuhannya Bisa didapatkan Melalui Ciptaan Alloh SWT dari Berbagai Alam yang telah diciftakanNYA. Keajaiban Alam ndak Mungkin Terlihat Terkecuali Melalui Panca indera dan Panca indera Berasal dari Hati yang Mengambil Jiwa Sebagai Sarananya. Kemudian dilanjutkan dgn Mengetahui Teknis Kerja dan Jaringannya. Jiwa Tak Berfungsi Terkecuali dgn disuguhi Makan, Minum, Suhu Panas dan Kelembapan Tertentu. Ia Lemah Sekali disaat dihampiri Bahaya dari Dalam, spt : Lapar, Haus dan Mengantuk, demikian juga saat Melawan Bahaya dari Luar, Misalkan spt : Air dan Api. Maka Berarti Jiwa Manusia itu Menghadapi Banyak Sekali Musuhnya Baik dari Dalam Maupun dari Luar, maka Penting Sekali Kita didalam Kehidupan ini dengan Memperbanyak Tirakat or Latihan agar Jiwa Kita ndak Mudah Lemah dan ndak Mudah dilemahkan. Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377) ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: http://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: