Jumat, 07 Februari 2025
MAKRIFAT SALAH FAHAM TUJUAN SERI KEDUA
Moch Djamhar Abdul Karim :
====================
*MAKRIFAT*
*SALAH FAHAM TUJUAN*
====================
Seri Kedua
Assalamu'alaikum wr.wb
minta tolong amalan apa yg harus kami baca. di desa kami khususnya lagi ada angin kencang banget dan itu sudah dari kemaren belum reda juga sampai warga kami merasa resah terimakasih.
==========
Wslm Wr Wb,
Dalam Kitab Al Majmu' dan Kitab Busyrol Karim disunnahkan Adzan Baik Sendiri dirumah maupun di Masjid-masjid or Musholla. Selesai Adzan agar Tambahkan Kalimat ini Sebanyak 2 Kali :
أَلَا صَلُّوْا فِيْ رِحَالِكُمْ أو في بيوتكم
*"Ketahuilah, Sholatlah Kamu Semua didalam Rumah Kalian"*. Jangan Mencaci Angin or Hujan Bila Terjadi Besar, Tapi disunnahkan Mengumandangkan Adzan lalu Berdo'a HR. Imam At Tirmidzi dan Imam An Nasa-i :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.
*"Ya Alloh, Sesungguhnya Aku Mohon kepada-MU Kebaikan pada Angin (Ribut) ini, Kebaikan yang Ada didalamnya dan Kebaikan Angin yang dihembuskan. Dan, Aku Berlindung kepada-MU dari Kejahatan Angin ini, Kejahatan Apa yang didalamnya dan Kejahatan Tujuan Angin ini dihembuskan"*. Kalau Kisah Angin Ada di QS. Rum Ayat 48.
==============
LANJUTANNYA...
Lalu Turun lagi Masih dijalan Pulo Cangkir Banten kemudian Sahabat MURRI ini Bertanya kepada Dua Orang yang sedang Mancing di Kali dekat Tambak, Bertanyanya : *"Bapak, Apakah sudah dapat Ikan, Nanti Kalau dapat Lihat Ikannya Ada Berapa dan Sebesar Apa, Bila ndak dapat, Tanya Kenapa ndak dapat Sejak Kapan Mancingnya bisa Belum dapat.?"*, Ternyata setelah Ia Lihat Rupanya : "Belum dapat Ikan sama Sekali, Padahal Mancingnya Sejak Pagi"|| *"Nah itu Gambaran Kamu di MURRI, Walaupun di MURRI Kamu sudah Lama Tapi Pabila Keluar Masuk Terus, ndak Fokus dan ndak Serius Taubat dan Memperbaiki Dirinya, Walaupun Kamu Mengerjakan Amalan Bermahar or Pakai Pancingan Duit ditempat Lain maka Kamu ndak dapat Apa-apa Alias Sia-sia Belaka Sebenarnya, sebab Cuman Mancing Tapi Kenyataannya Kosong ndak dapat Ikannya, Akhirnya hanya Sampah-sampah Wawasan Pengetahuan Belaka yang Berserakan, Berbeda Bila Kamu mau Fokus Taubat dan Memperbaiki Diri di MURRI ini Kelak akan dapat Banyak Ikannya"*.
Ketahuilah, Mengapa Banyak Para Guru Hikmat yang Memberikan Amalan-amalan Pakai Bermahar Sekian dan Sekian, Hal itu karena Ekonomi Sebenarnya, Kasihan Memang Gara-gara Ekonomi Lemah jadi spt itu, shg Turun Temurun akan spt itu Terus. Nanti juga Bila Ilmu Ketuhanannya Terbuka pada Dirinya, maka Pasti akan digratiskan Buat Umat Nabi S.A.W. yang Mau Menjalaninya.
Saya Berkata : *"Tar Kita Buktikan Keadaan Diri Kamu Biar Kamu sudah Sadar dan Menyadari"*. Begitu Ada Tempat Pemancingan Ikan disuruh Merenungkan Diri disana Sekitar 10 Menitan Balik lagi ke Mobil, Ia Berkata bahwa : "Tempat Pemancingannya Banyak Sampah Berserakan, Kumuh, Kotor spt nggak Terawat"|| *"Nah Itulah Keadaan Diri Kamu yang Sebenarnya, Belum Tertata, Belum Rapi, Masih Semraut KehidupanMu maka agar Sadar yah, sebab sudah Berusia Segini agar lebih Sungguh-sungguh lagi, Semoga Melalui Praktikum Tauhid Hari ini Alloh SWT Berikan Hidayah Taufiq juga Rohmat dan RidhoNYA kepada Diri Kamu, Saya Mau Tanya : "Kamu Pernah Ndak Mendengar Ucapan Saya ketika Kamu Hadir Ngaji Bersama Saya di Saung lalu Kamu Adem, Damai, Tenang, Tentram Hati dan Pikiran Kamu"*|| "Pernah"|| *"Saat Bahas Apa.?"*|| Akhirnya diingat-ingat : "Saat Abah Membahas Kajian Istighfari Diri"|| *"Nah Pabila sudah dapat Ketenangan dan Kedamaian spt itu Mengapa Diri Kamu dikotori lagi dikotori lagi, Khan Kasihan"*|| "Saya Belum Bisa Istiqomah Wasiat MURRI 1-5 Bah, Belum bisa Tiga Bulan Berturut-turut sesuai Anjurannya"|| *"Itu Urusan Sepele, dan Bila Belum Bisa Istiqomah Padahal Wasiat MURRI 1-5 itu Termasuk Amalan Umum yang Ringan, maka disyaratkan 3 Bulan Tuk Mengecek Bisa Istiqomah or ndak disaat Nanti hendak Menjalani Wasiat MURRI 6-7, harusnya Kamu Tanya dulu Bukan Keluar Masuk spt itu, Kasihani Diri Kamu sebab Kalau Kamu Tahu or Bisa Merasakan Diri Kamu ini Sebenarnya Bener-bener Kotor, karena Kalau Bukannya Diri Kamu Siapa lagi yang Kasihan, Adapun di MURRI spt Masjid Baitul Rohman yang Kamu Temui di Keronjo tadi, yaitu hanya sbg Tempat Singgah Bagi Jiwa-jiwa yang Lelah saja, dan jadi Masjid Baitul Rohim Bagi Sahabat yang sudah Fokus pada Taubat dan Memperbaiki Dirinya Baik Lahir maupun Bathinnya. Tar Turun lagi yah, supaya Kamu Tahu Sebenar-benarnya Diri Kamu dan Semoga Kamu akan dapat Hidayah ditempat ini"*.
Lalu Turunlah ditambak Dekat Parkiran Makam Pulo Cangkir, agar Temukan 2 Simbol Diri sana, Ternyata Begitu Ia Turun Berjalan ke Arah Tambak Rupaya Ia disana Menangis sebab Ia saat itu dikasih Greteg Hati oleh Alloh SWT pada Sebuah Pohon yang Kering dan Tanah Kebun yang Tandus Padahal disekitarnya dikelilingi Banyak Air, sampai Masuk ke Mobil Ia pun Bercerita : "Saya Tadi Melihat Tanah Tandus dan Pohon yang sudah Kering spt Mati Padahal disekitarnya Banyak Air, Saya Melihat Diri Saya spt itu Bah, Tandus dan Kering (sambil Menangis)"|| Saya Berkata : *"Itulah Keadaan Diri Kamu yang Sebenarnya, Kering, Tandus dan Gersang Kurang Curahan Air, Padahal Kamu di MURRI Banyak Air-air Tapi Kamu Sendirian yang Kekeringan, Baik Jiwa Maupun Bathin Kamu Kering, sebab Tahu ndak Alasnnya.?"*|| "Karena Saya Banyak Dosa Bah"|| *"Iyah Memang Tapi Bukan itu, Hal itu karena Guru Kamu Anggap sbg Temen, Bener Khan.? shg Nasehat-nasehat Guru Kamu Anggap sbg Candaan Belaka, Juga Sahabat MURRI Kamu Anggap sbg Orang Lain shg Kamu ndak Akrab dgn Mereka saat Berjumpanya, Banyak Kepingin ini dan Kepingin itu pada Guru, Sering Keluar Masuk Baik di MURRI maupun ditempat-tempat lain, shg Bicara Kamu Banyaknya Ngelantur Baik di Whatsapp Maupun di FB, makanya Whatsapp Kamu Saya Blokir Tuk di FB Belum sebab Kamu Belum diblacklist, Saya Mau Lihat setelah Praktikum Tauhid ini Apakah Kamu Ngikuti Jejak Teman-teman Kamu yang Ngelantur itu or Kamu dapat Hidayah Taufiq shg Bisa Sadar dan Rapi Kembali. Sebab Walaupun Setiap Ilmu-ilmu Guru Terasa Ademnya Kamu Rasakan, Tapi Hari Ketemu Hari Aslinya Kamu sedang Kering Kerontangan Baik Jiwa Maupun Bathin Kamu, Kamu juga digrup An Nisaa MURRI Jangan Keluar Masuk Terus"*|| "Saya Sudah Masuk Lagi Bah"|| *"Iyah, Itu Berarti Kamu Sensitif. Orang sedang Membahas Apa, Kamu yang Kebawa Perasaan Sensitif sehingga Mudah Tersinggung, itulah Tandanya Gersang Jiwanya. Makanya Siapapun Kalau Rese-rese digrup Sahabat Wanita (An Nisaa) MURRI maka Saya Perintahkan pada Para Adminnya agar Mengeluarkan Orang yang Rese Tersebut, sebab Mengganggu Sahabat lain yang sudah Istiqomah"*.
Begitu Masuk Parkiran Pulo Cangkir, Ia Meminta Maaf sambil Berkata : "Bah, Maafkan Saya, Selama ini Saya Belum Bisa Manut, masih Banyak Ngeyelnya, Belum Serius Belajar di MURRI nya (sambil Menangis)"|| *"Kamu Minta Maafnya Masih Kurang Ikhlas, Satu Persen lagi, Coba Kamu Merenung Apa itu Satu Persen lagi Kesalahan Kamu"*|| "Maafkan Saya Bah, sudah Menganggap Guru seperti Temen selama ini sehingga Nasehat-nasehat Abah sering Saya Anggapnya Bercanda, sehingga nggak Saya Patuhi Padahal itu baik buat Diri dan Kehidupan Saya"|| *"Iyah Saya Maafkan, Tar Semuanya (Berlima) Masuk ke Musholla Keramat Pulo Cangkir Kita Sholat Ashar (sebab Pas Adzan Ashar), Tapi Tuk Kamu Mandi Taubat Pakai Air Sumur Keramat Pangeran Jaga Laut Pulo Cangkir lalu Sholat Taubat dan Sholat Ashar Semoga Turun Rohmat Alloh disana, sedangkan yang Lain Ikut Ziarah Bersama Saya"*. Akhirnya Semua Turun dari Mobil lalu Jalan ke Lokasi.
Ada Beberapa Kejadian Unik saat Berziarah dan setelahnya, Kapan-kapan Saya akan Ceritakan Insya Alloh. Setelah *Praktekum Tauhid MURRI* di Pulo Cangkir Mobil Melaju Arah Ceplak Balaraja Banten Tuk Giliran Praktikum Sahabat Wanita MURRI yang Lainnya.
#TAMMAT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar