Jumat, 07 Februari 2025

MAKRIFAT CURANG DAN MENIPU

Moch Djamhar Abdul Karim : =================== *MAKRIFAT* *CURANG DAN MENIPU* ==================== Assalamu'alaikum Wr Wb..Abah🙏🏻🙏🏻 Punten Pisaan Abah Saya Banyak Nanya😔Semoga Abah Ikhlas Dan Ridho Menjelaskannya🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Mohon Penjelasan Dari QS Al Muthaffifiin Ayat 2. Jujur Abah Saya Kalau Belanja Buah Atau Sayuran Suka Nawar, Apakah Itu Nda Boleh? Dan Apakan Maksud Dari Ayat 2 Itu Kita Sebagai Pembeli Jangan Suka Minta Bonus (Sunda: Emboh) Walaupun Belinya Banyak?Dan Sepertinya Sudah Jadi Kebiasaan Terutama Ibu Ibu...Yaa Nyobain Kalau Buah...Yaa Nawar Dan Minta Emboh😭Termasuk Saya Abah😭😭😭 Mohon Bimbingan nya Abah 🙏🏻 Terima Kasih Banyak Abah...Mohon Maaf Saya Banyak Merepotkan ========== Wslm Wr Wb, QS. Al Muthoffifin Ayat 1-2 Begini : وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ *"Kecelakaan Besarlah bagi Orang-orang yang Curang"*. الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ *"Yaitu Orang-orang yang apabila Menerima Takaran dari Orang lain, Mereka Minta dipenuhi (dilebihkan)"*. Keterangannya : 1. Lafadz "Wailun" itu Merupakan kalimat yang Mengandung Makna Azab or Merupakan Nama sebuah Lembah didalam Neraka Jahanam. 2. Ancaman Keras ini ditujukan Tuk Orang-orang yang Mengurangi Harta Orang lain dalam Hal Takaran dan Timbangan (Bisa juga dalam Hal Keadilan Ttg Hak dan Kewajiban), dimana didalamnya Terdapat Pengambilan Harta Orang lain Baik secara Tersembunyi Menipu dan Berbuat Curang, Terang-terangan, dipaksa maupun Melalui Jalan Mencuri maka Orang Tersebut Mendapatkn Ancaman yang Keras spt ini maka itu Jangan dikurangi Sedikit pun jua. 3. Termasuk juga Ancaman dalam Hal Hak dan Kewajiban, sebab Banyak Umat yang Menuntut Hak Namun Kewajiban ndak dilakukan, Apakah antara Suami dan Isteri, Anak dan Orang Tua, Pemimpin dan Orang yang dipimpinnya d.l.l. juga Sebaliknya maka Mendapatkan Ancaman yang Keras. 4. Alloh SWT Mengingatkan Melalui Ancaman Keras spt ini Tapi Mengapa Umat Masih Banyak yang Berbuat Curang, maka itu Alloh SWT sediakan Neraka Sijjin yaitu Sebuah Lembah Jurang Neraka, Ada juga yang Mengatakan bahwa Sijjin Adalah Lapisan Ketujuh Bumi, Ada juga yang Mengatakan Sijjin Adalah Buku Catatan Kemaksiatan Seseorang, Bahkan Ada juga yang Mengatakan bahwa Sijjin itu Adalah Tempatnya Iblis dan Para Tentaranya, Tempat ini disediakan Tuk Orang-orang yang Berlaku Curang dan Ia Sadar telah Berbuat Curang. 5. Dalam Kitab Imam Ibnu Majah Ada Hadits dari Riwayat Sahabat Ibnu Abbas R.A., Ia Berkata : Ketika Nabi S.A.W. tiba di Madinah (Ketika Hijrah Awal), Mereka (Para Penduduk Madinah) Adalah Manusia yang Paling Buruk dalam Hal Menakar (dan Menimbang sebab Umumnya Penduduk Madinah itu Pedagang), maka Alloh SWT Menurunkan FirmanNYA (QS. Al Muthoffifin Ayat 1) : *“Celakalah bagi Orang-orang yang Curang (dalam Menakar dan Menimbang)”*. ============ Ku Mau Cerita, Dahulu Ada Salah Satu Sahabat MURRI yang Baru Ngaji saat itu, Bernama Haji Adi dari Wilayah Mauk Silaturahmi ke Rumah saat Ada Pengajian, dan Adabnya Adalah Para Santri di MURRI yaitu Setiap Ada Tamu yang Membawa Makanan maka dihadapkan Dahulu pada Saya sebab Memang Adabnya spt itu, Terkadang juga Saya Buat Kisah yang Berhikmah agar Sebelum Ngaji dimulai Ada Pelajaran yg Bisa diambil oleh Jama'ah yang pada Hadir, Kemudian Begitu Giliran Buah Pisang Saya Berkata : *"Ini Punya Siapa.? (sampai Beberapa Kali)"*|| Lalu Ada yang Jawab dari Kejauhan : *"Saya Bah"*|| *"Oh Pak Haji, Ini Saya Mau Tanya Pisang ini Belinya dimana Yah.?.*|| Ia Jawab : "Tadi Saya Lewat Pasar Sepatan Bah, Saya Lihat Ada yang Jual Pisang Ya sudah Saya Beli, Memangnya Kenapa Bah.?"|| Saya Berkata : *"Pisang ini Bermasalah, maka disimpan dikulkas saja, Itu Belinya Gimana Coba Ceritakan"*|| Ia Bercerita bahwa : "Tadi saat Beli Pisang Saya Menawar karena Saya juga Pedagang Bah, itu Pisang Harganya Rp.26ribu lalu Kata Saya "Udah lah Rp.25rb Nih Uangnya" sambil Saya Ambil Kantong Plastik lalu dibungkus dan Saya Kasihkan Uangnya, Tapi Bah Tuk Ukuran Pisang spt itu Harga Rp.25rb Masuk Bah, karena Saya juga Pedagang"|| Saya Menjelaskan : *"Begini Pak Haji, Itu ndak Sah sebab Belum Adanya Keridhoan dari Penjual, Belum Ada Ijab Qobul sbg Tanda Ridhonya sudah dibayar dan dibungkus saja, Solusinya agar Pisang ini Bisa dimakan Ada 2 yaitu : Nanti Pulang Ngaji Pak Haji Datangi Penjual Pisang itu lalu Katakan padanya Minta Ridho dan Ikhlasnya Saya Beli Pisang Rp.25rb, or Bisa juga Kasihkan Uang Rp.1000,- lalu Bilang Saya Terima Beli yah Pisang yang Sore Kemarin Saya Beli, maka Pisang Menjadi Shoheh dimakannya. Saat ini Pisang Simpan dikulkas saja Yah, karena Bermasalah shg Pisangnya ndak Bisa Ngikut Ngaji Bersama Saya Malam ini"*|| Ia Jawab : "Iyah Bah". Besok Siangnya Saya Bilang ke Santri : *"Ayo Kumpul Kita Makan Pisang Haji Adi, Ambilkan"*, Begitu diambil Ternyata Masih Bermasalah, Akhirnya Saya Telpon Haji Adi saat itu Menanyakan Ttg Urusan Pisang sudah diberesin Belum, Ternyata Ia Jawab : *"Mohon Maaf Bah, Belum Sempat ke Pasar Sepatan karena Saya saat ini sedang di Tiga Raksa Ngurus Surat-surat Motor, Nanti Pulangnya Saya kesana Bah"*|| Saya Berkata : *"Ya sudah, Cepat Yah karena Pisangnya Mau dimakan"*. Begitu Sore Hari Saya Berkata ke Mang Santri : *"Ambil Pisangnya dikulkas"*. Ternyata sudah ndak Bermasalah lagi maka Kami Makan Bersama, Cuman Haji Adi ndak Laporan lagi bahwa Ia sudah ke Pedagang Pisang itu Tuk Meridhoi Pisang yang dibelinya Kemarin Sore. Maka itu, Eling Lan Waspadalah dan Berhati-hatilah Terhadap Apa-apa yang Kalian Makan, Apa yang Kalian Pakai dan Apa yang Kalian Tempati, Lihat dgn Seksama dan Jelas, Adakah Ridho Alloh SWT didalamnya itu, sebab Padahal Cara-cara yang Halal itu Simpel dan Mudah Tapi Masih saja dikotak-katik shg Menjadi ndak Halal maka Ambil Hikmah Pelajarannya dari Kisah ini. Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377) ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: https://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: