Sabtu, 01 Februari 2025
MAKRIFAT MENGGANTI NAMA
Moch Djamhar Abdul Karim :
=================
*MAKRIFAT*
*MENGGANTI NAMA*
=================
1. Assalamu'alaikum wb wb abah Numpang tanya pabila orang tua memberi nama anaknya, setelah anak dewasa baru tahu bhw nama itu dirasa kurang bagus/ kurang tepat menurut syariat bolehkah merubahnya??
==========
Wslm Wr Wb,
Boleh, Bahkan Wajib diganti Bila Maknanya Jelek or Sesuatu yang diharamkan. Penjelasannya Begini Biar Gamblang :
1. Kitab Shohih Imam Al Bukhori Hadits No. 5725, Jalur Sanad dari Ibrahim bin Musa telah Menceritakan kepada Kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij telah Mengabarkan kepada Orang-orang dan juga telah Menceritakan pada Kami Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah Ia Berkata : Saya Duduk dihadapan Sa'id bin Musayyab (Ulama Tabi'in) lalu Ia Menceritakan kepadaku Bahwa Kakeknya Datang kepada Nabi S.A.W. dalam Keadaan Sedih lalu Beliau Bertanya :
مَا اسْمُكَ قَالَ اسْمِي حَزْنٌ قَالَ بَلْ أَنْتَ سَهْلٌ قَالَ مَا أَنَا بِمُغَيِّرٍ اسْمًا سَمَّانِيهِ أَبِي
قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ فَمَا زَالَتْ فِينَا الْحُزُونَةُ بَعْدُ
*"Siapakah Namamu?" Ia Menjawab : "NamaKu Hazn" Beliau Bersabda : "Bahkan (Gantilah) NamaMu Menjadi Sahl", Tapi Ia Berkata : "Tidak (Ya Rosulalloh), Aku ndak akan Merubah nama yang Pernah diberikan oleh Ayahku"*, Imam Ibnu Musayyib berkata : "Maka KakekKu masih saja Terlihat Sedih setelah Peristiwa itu". Sebab Arti Lafadz "Hazn" Adalah Sedih.
2. Kitab Shohih Imam Muslim Hadits No. dari Sahabat Jabir bin Abdulloh R.A. bahwa Ada dikeluarga Jabir Seorang Perempuan Melahirkan Anak Laki-laki lalu dinamai Muhammad kemudian dilarang oleh Keluarganya Memakai Nama Muhammad sebab itu Nama Rosululloh S.A.W. kemudian Perempuan itu Datang kepada Nabi S.A.W. sambil Menggendong Anaknya Tersebut lalu Menceritakannya kemudian Nabi S.A.W. Bersabda :
تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ
*"Namailah dengan NamaKu, Tetapi Jangan Menggelari dengan Gelarku. Aku Bergelar "Qosim (yang Membagi), karena Aku Membagi-bagikan Rohmat Alloh diantara Kamu Sekalian"*.
3. Kitab Shohih Imam Muslim Hadits No. 2132, Riwayat dari Sahabat Ibnu Umar R.A., Ia Berkata bahwa Rosululloh S.A.W. Bersabda :
إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ
*“Sesungguhnya Nama yang Paling dicintai Alloh SWT Adalah Abdulloh dan Abdurrohman"*.
4. Kitab Sunan Imam Abu Dawud Hadits No. 3638 :
َغَيَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَ الْعَاصِ وَعَزِيزٍ وَعَتَلَةَ وَشَيْطَانٍ وَالْحَكَمِ وَغُرَابٍ وَحُبَابٍ وَشِهَابٍ فَسَمَّاهُ هِشَامًا وَسَمَّى حَرْبًا سَلْمًا وَسَمَّى الْمُضْطَجِعَ الْمُنْبَعِثَ وَأَرْضًا تُسَمَّى عَفِرَةَ سَمَّاهَا خَضِرَةَ وَشَعْبَ الضَّلَالَةِ سَمَّاهُ شَعْبَ الْهُدَى وَبَنُو الزِّنْيَةِ سَمَّاهُمْ بَنِي الرِّشْدَةِ وَسَمَّى بَنِي مُغْوِيَةَ بَنِي رِشْدَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد تَرَكْتُ أَسَانِيدَهَا لِلِاخْتِصَارِ
*"Nabi S.A.W. Mengubah Nama Al Ash (Orang yang Suka Maksiat), 'Aziz (Nama Alloh SWT), 'Atalah (Keras), Syaithon, Ghurab (Gagak), Hubab (Nama Setan) dan Syihab lalu Beliau Menamainya dengan Hisyam, Harb (Perang) Menjadi Salman (Selamat or Damai), Al Mudhthaji' (Tidur Miring) Menjadi Al Munba'its (Bangkit), Tempat yang Bernama Afirah (Gersang) diubah Menjadi Khodhirah (Subur), Lembah yang Bernama Adh Dholalah (Sesat) Menjadi Lembah Al Huda (Petunjuk), Bani Az Ziniyyah (Zina) Menjadi Bani Ar Risydah (Lurus) dan Bani Mughwiyah (yang Menyesatkan) Menjadi Bani Risydah (yang Lurus)"*. Imam Abu Dawud Berkata : "Aku ndak Menyebutkan Sanad-sanadnya agar Lebih Ringkas"*.
5. Kitab Musnad Imam Ahmad Hadits No. 2850, Jalur Periwayatannya dari Abdulloh bin Yazid telah Menceritakan kepada Kami Al Mas'udi dari Muhammad bin Abdurrohman (Budak Abu Tholhah) dari Kuraib dari Sahabat Ibnu Abbas R.A., Ia Berkata :
كَانَ اسْمُ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ بَرَّةَ فَحَوَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا فَسَمَّاهَا جُوَيْرِيَةَ
*"Dulu Nama Juwairiyah binti Al Harits Adalah Barroh lalu Rosululloh S.A.W. Merubah Namanya dan Menyebutnya Juwairiyah"*. Sebab Arti Lafadz "Barroh" Adalah Bebas dari Dosa or Bebas dari Neraka, Ini Nama Kesombongan.
6. Kitab Musnad Imam Ahmad Hadits No. 1299 Jalur Periwayatan dari Zakaria bin 'Adi telah Memberitakan kepada Kami 'Ubaidulloh bin 'Amru dari Abdulloh bin Muhammad bin 'Aqil dari Muhammad bin Ali dari Sahabat Ali bin Abi Tholib R.A., Ia Berkata :
لَمَّا وُلِدَ الْحَسَنُ سَمَّاهُ حَمْزَةَ فَلَمَّا وُلِدَ الْحُسَيْنُ سَمَّاهُ بِعَمِّهِ جَعْفَرٍ قَالَ فَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أُغَيِّرَ اسْمَ هَذَيْنِ فَقُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَمَّاهُمَا حَسَنًا وَحُسَيْنًا
*"Tatkala Hasan lahir, diberi Nama Hamzah, dan Tatkala Husain Lahir diberi Nama Ja'far (Hamzah dan Ja'far ini Adalah Nama-nama Paman dan Sepupu Nabi) lalu Rosululloh S.A.W. MemanggilKu dan Berkata : "Ya Ali, Saya diperintahkan (Alloh SWT) Tuk Mengganti Nama Kedua AnakMu itu", Saya Menjawab : "Alloh dan RosulNYA yang lebih Tahu", Kemudian Beliau Memberikan Nama Keduanya Menjadi Hasan dan Husain"*.
7. Kitab Tuhfatul Mudud Hal. 128 :
قال سعيد بن المسيب : أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء، وفي تاريخ ابن أبي خيثمة أن طلحة كان له عشرة من الولد كل منهم اسم نبي وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد.
“Berkata Imam Sa’id bin Musayyib (Ulama Tabi'in) : Nama yang paling dicintai Alloh SWT Adalah Nama Para Nabi. Dalam Sejarah dijelaskan bahwa Sahabat Tholhah Mempunyai Sepuluh Anak dan Setiap Anaknya Bernama dengan Nama Para nabi. Sahabat Az-Zubair bin Awwam juga Memiliki Sepuluh Anak dan dinamakan dengan Nama Para Syuhada"*.
8. Dalam Banyak Kitab-kitab Fiqh spt dalam Kitab Hasiyyah Al Baijuri Jilid 2 Hal. 305 Karya , Kitab Al Maushu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah Jilid 11 Hal. 337 Karya Syekh Husain Al-Awaysyah, Kitab Al Mughni Al Muhtaj Jilid 4 Hal. 471 Karya Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Asy Syarbini, Kitab Syarah Muslim Jilid 7 Hal. Karya Imam An Nawawi Ad Damsyiqi, Kitab Fathul Mu'in Syekh Zainuddin Al Malebari d.l.l. dijelaskan Bahwa Boleh Menamai Anak dengan Nama-nama Para Nabi Tetapi Nama yang Paling Utama adalah Abdurrohman dan Abdulloh (HR. Imam Muslim), Boleh Memakai Nama Muhammad or Ahmad, Tapi Makruh Menamai Anak dengan Nama-nama Para Malaikat. Boleh Mengganti Nama sebab Nama Adalah Doa dan Merupakan Panggilan pada Setiap Hamba Kelak diakhirat, Sunnah Mengganti Nama yang Baik Menjadi Lebih Baik, Wajib diganti Nama yang Bermakna Buruk or ndak Pantas menjadi Nama yang Lebih Bagus spt : Abdul Ka'bah, Abdul Uzza, Abdul Syamsin, 'Ashiah (Orang yang Maksiat), Wathi (Orang yang Begebrak) d.l.l. Disunnahkan Menamai Anak dgn Nama-nama Orang Sholeh.
9. Kalau di MURRI Biasanya Mengambil Nama Berdasarkan Petunjuk yang Hadir or Melalui Timbangan Dunia Akhirat or yang Cocok dgn Ruhani Orang Tersebut or Perjalanan Kedepannya Orang Tersebut or PR Besar yang akan dijalani oleh Orang Tersebut yang Memintakan Nama Barunya dan Banyak Kejadian dan Peristiwa yg Terjadi setelah Pergantian Nama Tersebut dimulai spt yang sudah ndak Asing Lagi Nama Sahabat MURRI "Nur 'Aini, Cahaya MataKu" lalu Takala Ia Ingin Mengganti Namanya Tersebut Saya Beri Nama "Siti Rodhiah" yaitu Orang yang Ridho Terhadap Apa-apa yang sudah ditakdirkan Alloh SWT Padanya, sebab Tadinya Terlalu Banyak Masalah yg dihadapinya shg Ia Menjadi Ploong dan Tenang Mengikhlaskannya ndak Tahunya Setelah Dua Minggu Penggantian Nama Tersebut Ia Meninggal Dunia Semoga Husnul Khotimah. Dan Banyak Kejadian Unik Seputar Pemberian Nama ini, Mungkin diantara Kalian yang Pernah diganti Namanya setelah Kalian Merenung Baru Sadar Menyadarinya bahwa Ternyata Ada PR Besar yang harus Kalian Fahami dan Ikhlaskan maka Barulah Kalian Dapatkan Hikmah Pelajarannya. Setelah Pergantian Nama Banyak Terkendala Ttg Kartu Identitas Diri yang Birokrasinya Semakin Rumit, Padahal Nama Tanpa KTP juga Sah Dunia Akhirat Asalkan Ikhlas dan Ridho sampai Akhirat Nanti Kalian dipanggil dgn Nama-nama Tersebut, Ada yg Setengah-setengah Menggantinya shg Perjalanannya pun Setengah pula sebab Takala Saya Berusaha Memintakan Petunjuk Nama Persatu Orang lalu Alloh SWT Tunjukan Satu Nama kemudian Ada diantara Kalian Setengah Menerimanya maka Su-ul Adab Berlaku shg Jadilah Setengah-setengah dalam Perjalanan Spiritualnya. Ada yg Lebih Unik itu Timbangan Dunia Akhiratnya, Misalkan Begini : Benda Pen lalu dinamai Pensil maka Pasti Orangnya Pemalas sebab ndak Cocok dgn Ruhaninya Pen dimana Menganggap Ringan dalam Banyak Hal shg Jadi Pemalas dan Terkendala Dunia Akhiratnya or Bendanya Pen dinamai Spidol maka Perjalanannya Pasti Berat sebab ndak Seimbang dgn Kemampuan Ruhaninya sbg Pen shg Dunia Akhiratnya Bermasalah juga, Maka yg disebut Cocok dgn Ruhaninya Berarti dinamai Pen maka Dunia Akhiratnya akan Bagus, Jadi Tergantung Acuan Patokannya Apaan.
Misalkan Bendanya Jeruk Bali lalu dinamai Apel maka Bermasalah or dinamai Jeruk maka Duniawi or Akhiratnya yg Bermasalah Tetapi Begitu dinamai Jeruk Bali maka Sangat Pas Sesuai dgn Ruhani Perjalananya. Semoga Kalian Faham Ttg Hikmah disebalik Nama ini sebab Banyak Orang Tua yg Menamai Anaknya Seketemunya saja or Bertanya pada Orang yg Kurang Tepat shg Kasihan Kehidupan si Anak Kedepannya sbg Korban dari Keawaman Orang Tuanya Tersebut. Kalau di MURRI ndak Merekomendasikan Buat Nama Memakai Hitungan sebab Itu Wilayah Ilmu Filsafat, Termasuk juga Punya Hajatan, Nikahan, Pindah Rumah d.l.l. Banyaknya Memakai Hitungan Ilmu Filsafat, Ada Filsafat Jawa, Filsafat Islam, Filsafat China d.l.l. Nanti Jadi Bimbang or Bingung or Sekalinya Yakin ndak Jelas sebab Yakinnya Bukan pada Alloh SWT. Maka Meminta Petunjuk Melalui Berdoa Sangat dianjurkan lalu Pabila Hati Mantab diatas 50%, Syukur-syukur diatas 75% maka Jalani dgn Hati yang Mantab dan Kokoh pada Alloh SWT. Didalam Kitab Sunan Imam Abu Dawud, Ada Hadits Riwayat Sahabat Abu Darda R.A., Ia Berkata Rosululloh S.A.W. Bersabda :
إنّكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء أبائكم فأحسنوا أسماءكم
*"Sesungguhnya Kalian akan dipanggil pada Hari Kiamat Nanti dgn Nama-nama Kalian dan Nama Bapak-bapak Kalian maka itu Baguskanlah Nama Kalian"*.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar