Jumat, 07 Februari 2025

MAKRIFAT MENUNDUKAN PANDANGAN

Moch Djamhar Abdul Karim : ========================= *MAKRIFAT* *MENUNDUKAN PANDANGAN* ========================= 1. Assalamualaykum Wr, Wb Abah. Saya ingin menanyakan perihal Sholawat Spt : *Allahumasholiala sayidina Muhamammad waala ali sayidina Muhammad. *Allahumasholiala sayidina Muhammad Abdika warosulika nabiyil ummiyi waala alihi wasohbihi wasalimu taslima. *Allahumasholi ala sayidina Muhammad waala alihi wasohbihi wasalim. Contoh dr 3 sholawat di atas apakah ada perbedaan manfaat yg insya Allah kita peroleh?. Ke 2 saya mau menanyakan perihal maksiat pandangan Abah. Di zaman sekarang ini baik dijalan, ditempat kerja, tempat umum kadang tidak sengaja memandang (mohon maaf) lekuk tubuh wanita yg tiap beberapa menit kadang detik tak terhindarkan, bagaimana cara menyikapi hal tsb Abah, Sementara pribadi saya kadang inget (istihgfar), tetapi kadang terbawa memory otak/ (ke save). ========== Wslm Wr Wb, 1. Sholawat Ummat Buat Berkah Hidup, Ada juga yg Menyebutnya Sholawat Fulus Pabila dibaca Sekali Dudukan Istiqomah Minimal 1001x or Standarnya Sekali Dudukan 10014x. 2. Sholawat Ummiyyi Buat Taubat dan diampuni Dosa-dosa Khususnya Dosa Kecil, dibaca 80x setiap Ba'da Ashar Hari Jum'at setelah Salam dan Sebelum Mengucapkan Apa-apa dan juga Sebelum Merubah Tempat Duduk Tawwaruknya. 3. Sholawat dan Salam Buat Pahala karea Ada Sholawatnya juga ada Salamnya dibaca Seikhlasnya dan Semampunya. "Itu Ringkasannya, Namun Ada Kesamaannya yaitu Memakai Lafadz "Allohumma" Pabila Sholawat diawwali *"Allohumma"* maka itu Berarti Doa Dalilnya : *"Yaa Ayyuhal Ladziina Aamanuu Sholluu.."*, Pabila Sholawat diawwali *"Shollallohu"* maka itu Berarti Tauhid Dalilnya : *"Innalloha Wa Malaaikatahu Yusholluna 'Alan Nabiy"* Namun Banyak Umat Islam yg Bersholawat dan Mengadakan Maulid Tetapi dihatinya Belum-belum juga Mendapatkan Curahan Mahabbah kpd Nabi S.A.W. sebab Tandanya Adalah Akhlak dan Ibadahnya Belum Meningkat baik Kuantitas maupun Kualitasnya. Maka itu didalam Thoriqoh Rosululloh S.A.W. pada Dzikir Poin Kedua setelah Istighfar Memakai Lafadz Panggilan yaitu : *"Yaa Rosulalloh Ya Habiballoh"*, Tujuannya Adalah Mau Cinta kek Mau Kagak kek Pokoknya Memanggil-manggil Beliau dgn Tulus Ikhlas Baik didunia, dibarzakh maupun diakhirat Kelak sudah Terbiasa shg Pasti Lambat Laun Beliau akan Mendatangi dan Mengunjungi Siapapun Umatnya yg Memanggilnya dgn Panggilan Kehormatan Tersebut dan Yakinlah Pabila Beliau Hadir Mengunjungi maka DiriMu akan Beruntung dan Kecipratan Nur Mahabbah Nabi Muhammad S.A.W. *Mengenai Ghudul Bashor* : "Itu Pilihan, didalam Kitab An Najm Al Wahhaj oleh Syekh Ad Damiri yang Wafatnya Tahun 808 H Menyinggung Ttg Wanita Bercadar, Menutup Wajahnya antara Wajib dan ndaknya memang Khilafiyyah, Ada Perbedaan Wajib Pabila Fitnah Merajalela dan Ada Pendapat Sunnah Pabila ndak Ada Fitnahnya. Tetapi Ada Kesepakatannya didalamnya shg Walaupun dihukumi Sunnah Menutup Wajah dan Wajah Bukanlah Aurot, akan Tetapi Laki-laki Tetap harus Menundukkan Pandangannya (Ghudul Bashor) dan Hal ini ndak Ada Khilaf disini. Mengenai Memakai Cadar or ndak itu Soal Pilihan, harus dihargai, Baik dan Bagusnya Ttg Wanita yg Memakainya Hal itu Tuk membantu Laki-laki didalam Menjaga Pandangannya sebab Termasuk dalam Mahasin yakni Bermaksud Tujuan yg Mulia, dalam Syari'at dibuat Tuk Berpaling dari Poin-poin yang dapat Menjurus kepada Tuhmah yaitu Terjadinya Pelecehan sebab ndak Bisa Menjaga Pandangannya". "Memang Memakai Cadar itu Pilihan, ndak Memakai nya juga ndak Mengapa dan ndak Ada Paksaan, Tetapi ketika Wanita ndak Bercadar maka Laki laki harus Siap Bisa Menundukan Pandangannya, Menjaga Kehormatan Saudarinya. Karena setiap Wanita Adalah Ibu, Anak Gadis dan Saudari bagi Orang Lain (Ajnabi), sedangkan Kita Ndak ingin Hal-hal yg Demikian Terjadi pada Ibu, Anak Gadis dan Saudari Kita. Maka bagi Lelaki ndak ada Pilihan, selain Menundukan Pandangannya. Demikian juga Imam An Nawawi Damasqus Menguatkan Pendapat bahwa : *"Wanita bdak Boleh Memandang Laki-laki sebagaimana Sebaliknya"*. Soal Lihat, Melihat dan dilihat ini Adalah Soal pilihan Kita. Memakai Cadar juga Soal Pilihan, jadi Jangan Ada Paksaan Baik Melarang Maupun Paksaan Memakainya. Tetapi harus Ada Rasa Bertanggung jawab Menjaga Kehormatan, dan Tetap harus Menundukkan Pandangannya. Maka itu Tuk Wanita Jangan Kebanyakan Selfie-selfie Apalagi Uploud Foto Tuk Menjaga Kehormatan Dirinya, Bukan Berbangga-bangga dgn Keawaman Dirinya. Maka itu di Tarim Hadrmaut pun Sangat Sulit Menemukan Wanita yg Berselfie, Termasuk di Mbah Google sebab Mereka Umumnya diajarkan dan dicontohkan Akhlak Islami dari Sejak Kecilnya oleh Orang Tua Mereka Masing-masing". "Nah Kalau Kalian Berbicara dgn Saya Bisa Kalian Perhatikan dgn Seksama, Adapun Saya Biasanya Kalau Melihat Wanita itu Perdetik or Sekilas-sekilas, dan Bukan kpd Wanita saja Tetapi kepada Lelaki juga sama dan Bukan kpd Lelaki saja Tetapi Melihat Duniawi juga sama sebab Lebih dari 3 Detik Sangat Rentan Tuk Masuk Wilayah Sirr (Greteg or Kesemsem), Nah Sirr inilah didalam Dunia Spiritual ndak diperbolehkan Bahkan diharamkan, sebab sudah Sirr keduniawi selain Alloh SWT, Misalkan Kalau dalam Benak Lamunan : *"Ya Alloh Kapan Yah Saya Punya Mobil (Kendaraan, Rumah, ini dan itu) spt itu Yah (sambil Melihat)"*. Ini Masuk Wilayah Sirr, Termasuk kpd Lawan Jenis juga Jangan spt itu. Nah Itulah yg akan Menjadi Khoyali Nantinya, Mengganggu Kekhusuan Ibadah dan Dzikirnya Kelak, Makanya Kalau Kalian Berbicara kpd Saya Bisa Kalian Perhatikan Betul-betul dgn Seksama, Biasanya Saya itu Memaknai Ilmu Menundukan Pandangan Bukan kpd Wanita saja Tetapi kpd Duniawi sebab Wanita itu Simbol Gambaran Sesuatu yg Indah Pabila dipandang spt Kalau diakhirat itu Sorga, Pahala, Balasan, Kahiat, Fadhilah maka Butakanlah Penglihatan Kalian dari Itu Senua Tetapi Pandanglah Alloh SWT disemua Makhlak-makhluk CiftaanNYA itu. Saya Contohkan dalam Kasus Keracunan Kopi Mirna, Kalian Masih Ingat Kasus itu, Ketika itu Ada Rekaman CCTVnya dan dalam Satu Menit Pabila Videonya HD itu Bisa 60-70 Slade Foto Pabila dijadikan Foto, itu dalam Satu Menit. Lalu Bagaimana dgn Kalian Memandang, Melihat yg Lebih dari Satu Menitan itu, Apalagi Melihatnya Memakai Sirr (Kesemsem) shg Umumnya Otak Umat itu Bersemayam Kegelapan, Keraguan, Waswas, Khoyali, Bayang-bayang dan Gambar-gambar Duniawi shg Rusaklah Otak Bathinnya sebab Lebih Banyak Eling kpd Makhluk yang Maha Kotor daripada Elingnya kpd Alloh SWT Yang Maha Suci. Itulah Mengapa dalam Al Quran Perintah Dzikir Sangatlah Banyak Ayat-ayatnya hampir Sepertiga Al Quran. Juga Alloh SWT Berpesan di QS. An Nuur Ayat 31 : قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ *”Katakanlah kepada Orang-orang Mukmin "Hendaklah Mereka Menundukan Pandangannya dan Memelihara Kemaluannya", sebab yang Demikian itu Adalah lebih Suci bagi Mereka. Sesungguhnya Alloh SWT Maha Mengetahui Apa yang Mereka Perbuat"*. Imam Ibnu Katsir Mengatakan : هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم *“Ini Adalah Perintah dari Alloh SWT kepada Hamba-hambaNYA yg Memiliki Iman Tuk Menjaga Pandangannya dari Hal-hal yang diharamkan atas Mereka. Maka Janganlah Memandang Terkecuali Memandang kepada Hal-hal yg masih diperbolehkan Tuk dipandang. Dan Tahanlah PandanganMu dari Hal-hal yang diharamkan"*. Maka itu, Jika Seseorang Mengumbar Pandangan Matanya, maka dia telah Mengumbar Syahwat Hati dan Pikirannya shg didalam Hadits Riwayat Imam Bukhari No. 6243 dan Imam Muslim No. 2657, Rosululloh S.A.aw. Bersabda : كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ *”Sesungguhnya Alloh SWT telah Menetapkan atas diri Anak Keturunan Adam Bagiannya dari Zina. DIA Mengetahui yang demikian Tanpa dipungkiri. Mata bisa Berzina, dan Zinanya Adalah Pandangan (yang diharamkan). Zina Kedua Telinga Adalah Mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa Berzina, dan Zinanya Adalah Perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa Berzina dan zinanya adalah Memegang (yang diharamkan). Kaki bisa Berzina dan Zinanya Adalah Ayunan Langkah (ke Tempat yang Haram). Hati itu bisa Berkeinginan dan Berangan-angan. Sedangkan Kemaluan Membenarkan yang demikian itu or Mendustakannya"*, disinilah Pentingnya Iman sbg Rem dan disinilah Letaknya Ujian Iman dan Kita akan Mengetahuinya juga Kualitas Iman Masing-masing shg Ada Doa Rintihan didalam Iman : *"Ya Alloh, Bagaimana Mata ini Mampu MemandangMU Kelak diakhirat dan Bagaimana Mata ini Bisa Melihat Rosululloh S.A.W. dalam Setiap Mahabbahnya, Pabila Mata ini diselimuti oleh Syahwat dan Dosa-dosa Setiap saatnya"*. Maka itu Orang yg Rajin Dzikirnya namun disertai ndak Menjaga Pandanganya maka Rusaknya lebih Parah sebab Rasanya Lebih Peka Ketimbang Orang yg Jarang Dzikirnya shg Alam Khoyalinya Lebih Pekat dan Seakan-akan Nyata Padahal Ilusi saja". #Kalau Ngaji agar difahami Dahulu Benar-benar dgn diulang-ulang agar selalu Ingat dan Menempel dihati supaya Sami'naa Wa Atho'naa pada Kebenaran Hidayah Alloh SWT Lebih Mudah. Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377) ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: https://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: