Jumat, 07 Februari 2025
MAKRIFAT RAHASIA AKHLAK MULIA
Moch Djamhar Abdul Karim :
======================
*MAKRIFAT*
*RAHASIA AKHLAK MULIA*
======================
Assalamualaikum abah, mohon ijin apa syarat masuk ke pondok Tauhid abah|| Wslm Wr Wb, Harus Siap Memperbaiki Diri dan Sungguh-sungguh. Jangan Banyak Mengeluh dan Berangkatlah spt Orang yang Pergi Haji Artinya Ploongkan Apa yang ditinggalkan.
Ass.wrwb abah ngapunten mau tau nya bagaimana sadar allah/kesadaran yang maha esa|| Wslm Wr Wb, Dzikrulloh dan Ibadah serta Akhlak.
Aslmkm, abah saya mau tanya inti dari segala ajaran di bawah ini apa ya????? Dan bagaimana caranya abah agar mendapatkan manisnya di dalam kehidupan di dunia hingga akherat termasuk orang-orang yang beruntung di mata makhluk dan di mata Allah...????? Ajaran thareqat qodiriyyah syekh abdul qodir : Laa Ilaha Illallah, Ajaran thareqat naqsabandiyyah imam naqsabandi : Allah Allah Allah, Ajaran thareqat Anfasiyyah hu Allah setiap hembusan nafas. Udara oksigen yang kita hirup menangis jika Setiap hembusan nafas tidak dibarengi dengan dzikrullah, Air dan makanan pun menangis jika setiap tegukan & suapan tidak dibarengi dengan dzikrullah. Maklum abah saya masih dalam tahap belajar. harap maklum ya abah
===========
Wslm Wr Wb,
Itu sudah dibahas Ttg Kesadaran Diri yg Terus Menerus yg diungkapkan dgn Istilah *"Eling Lan Waspada Selalu"* hingga Futuh Diri Melalui Jalan Dzikrulloh, Ibadah dan Akhlak yang Mulia.
===========
Ku Mau Cerita,
1. Dahulu Syekhuna Kholil ketika Cincin Isterinya Jatuh ke Empang yg Banyak Tinjanya Manusia (Para Santri), Tetapi dari Sekian Banyak Santrinya Ternyata Ada Satu Santrinya yg Siap Mencarinya yaitu Mbah Hasyim bin Asy'ari Muda selama hampir 9 Jam Bermandikan Tinja hanya Tuk Mencari Cincin itu, yang Mana Cincin itu Kenangan dari Pengasih Gurunya Syekhuna ketika Mesantren di Mekah Dahulu, Akhirnya Mbah Hasyim Muda dianggap Lulus Mesantrennya Padahal Baru Beberapa Mingguan hanya Karena Cincin shg Ia Tulus Ikhlas Walaupun Badannya Berkotor-kotor spt itu, ndak disangka Bahwa Badan yg dikotori dgn Kotoran Manusia itu Nantinya Menjadi Seorang Sosok Ulama yg dikeramatkan hingga saat ini, selepas dari Syekhuna Kholil Beliau Belajar di Mekah Al Mukarromah. Mungkin Bahasa Kasarnya Adalah "Sababiyyah Tinja (Tai) Bisa jadi Ulama Besar" or Bahasa Halusnya "Sababiyyah Cincin Bisa jadi Ulama Besar". Nah Kalian juga harus Punya Amaliyyah yang dianggap Hina Betulan juga ndak Mengapa Padahal disebalik itu Adalah Sebentuk Khidmat yang Suci pada Guru, Rosululloh S.A.W., Alloh SWT or Umat Banyak.
2. Dahulu saat Mbah Ilyas Mranggen Muda ketika Mesantren Terjadi Peristiwa yaitu Kuda Milik Gurunya itu Terlepas lalu dari Sekian Banyak Santrinya hanya Mbah Ilyas Muda ini yg Mau Mencarinya sebab yang Lainnya ndak Mau sebab Khawatir Ketinggalan Ngaji karena Ngaji Kitab-kitab yg Cukup Penting saat itu. Ketika 3 Hari Barulah Pulang ke Pondok lalu ditanya oleh Gurunya : "Kamu Kemana saja Lek sudah 3 Hari ndak Ngaji"|| Mbah Ilyas Muda Menjawab : *"Saya Mencari Kuda Guru yg Terlepas"*|| "Lho Kok Lama Sekali hingga 3 Hari Lamanya, Apakah ndak Ketemu-ketemu"|| Ia Jawab : *"Nganu Guru, Karena itu Kuda Guru Saya ndak Berani Menungganginya dan Saya ndak Berani Berjalan didepannya shg Saya Memegang Talinya dan Saya Ikuti dari Belakang hingga 3 Hari Barulah Ia Mau Masuk ke Pondokan ini"*|| Owalah Lek..Lek, Pantesan Lama. Ketika Mbah Ilyas ini sudah Punya Pondokan dan ketika itu Naik Mobil Opelet Bersama Santrinya Ada Rombongan Kuda yg Lewat dipinggir Jalan, Akhirnya Mobil Opeletnya Berhenti hingga Kuda-kuda itu Melewatinya sampai Menghilang Berbelok Arah, Ada Salah Satu Santrinya Bertanya : "Mbah, Kenapa Berhenti Kan Kita nggak Menganggu Jalannya Rombongan Kuda-kuda itu.?"|| Mbah Ilyas Menjawab : *"Kita Menunggu hingga Rombongan Kuda-kuda itu Menghilang karena Saya Teringat akan Kuda Guru Saya dahulu yg Keluar dari Pondok dan Saya yang Mencarinya, Kalau dari Segi Warnanya Rombongan Kuda tadi itu hampir sama dgn Kuda Milik Guru Saya itu, Khawatir Rombongan Kuda tadi itu Adalah Masih Keturunan Kudanya Milik Guru Saya Dahulu maka Saya ndak Berani Jalan Melewati didepannya"*. Inilah Akhlak dari Salah Satu Gurunya Mbah Wahab Chasbullah itu.
3. Ada Dahulu dijaman Nabi S.A.W. ketika Ali R.A. Bertemu dgn Abu Bakar R.A. disaat sama-sama Mau Silaturahmi kpd Nabi S.A.W. hanya saja ketika didepan Pintu Rumah 'Aisyah R.AH. sebelum Mengetuk Pintu Terjadilah Suatu Peristiwa yaitu : Abu Bakar Berkata kpd Ali R.A.. : "Ya Ali, Kamu Silahkan Duluan Saya MengikutiMu"|| Ali Menjawab : *"Ndak, Engkau Ya Aba Bakr yang Lebih Dahulu Saya Mengikuti Engkau"*|| "Kamu yg didepan, Sebab Nabi S.A.W. Bersabda "Ana Madinatul Ilmi Wa Ali Baabuhu, Aku Kotanya Ilmu sedangkan Ali Pintunya Ilmu" maka Kamu yang Lebih Pantas didepan"|| *"Tidak Ya Aba Bakr, karena Nabi S.A.W. Bersabda "Pabila Iman Para Sahabat ditimbang dgn Imannya Abu Bakar maka Belumlah Ada yg dapat Menyamainya" maka Engkau yg Lebih Pantas didepanKu"*|| "Tidak Ya Ali, Kamu yg didepan karena Kamu Telah Mendapatkan Puteri Kesayangannya Nabi S.A.W. Ialah Putrinya Jannah maka Engkau Lebih Pantas didepanKu sedangkan Aku dibelakangMu"|| *"Tidak Ya Abu Bakar, Engkau Adalah Bapak dari 'Aisyah yaitu Isterinya Nabi S.A.W. Pemilik Rumah ini Ialah Ummul Mukminiin yaitu Ibunya Orang-orang Mukmin, maka itu Engkaulah yg Lebih Pantas ada didepanKu sedangkan Aku Berada dibelakangMu"*.... Dan Seterusnya Saling Memuji Satu Sama Lainnya sampai Jibril A.S. Mendatangi Nabi S.A.W. dan Mengabarkan Ada 2 Orang Tamu yg dirindukan Jannah yg hendak Menjumpainya maka itu agar Pintu Segera dibukakan, Akhirnya Pintu dibuka dan Keduanya dipersilahkan Masuk.
4. Ada Lagi, Ketika itu Nabi S.A.W. Mendapati Burung Emprit (Burung Kecil) setelah dimasak Mau Makan karena Sunnah Nabi Adalah Makan Berjama'ah shg Nabi Berdoa *"Ya Alloh Datangkanlah kpdKu Orang yg Engkau Cintai Setelah Aku Tuk Ku Ajak Makan Bersama"* lalu ndak Lama Kemudian Ada yg Mengetuk Pintu ketika dibuka Nyatalah Ali K.W. Akhirnya dipersilahkan Masuk. Kemudian Nabi Berkata : *"Ya Ali, Ini Ada Daging Burung yg sudah dimasak maka Kita Makan Bersama (sambil dibelah dua)"* Lalu Ali Berkali-kali ditawari Namun Belum-belum juga Menyentuh Makanan itu hingga Nabi Berkata : *"Ya Ali, Mengapa Kamu Belum Makan-makan juga Padahal sudah Ku Tawari Berkali-kali (Ini Ujian Buat Murid)"*|| Ali Menjawab : *"Ya Rosulalloh, Bukannya Saya ndak Mau Makan Tetapi Saya ndak Berani Makan Sebelum Engkau Memakannya Terlebih Dahulu"*. Artinya Adalah *"Saya ndak Mau Makan Sebelum Guru Saya Makan Terlebih Dahulu"*, Inilah Adabnya, Inilah Tatakramanya, Inilah Akhlaqul Karimahnya shg Pantaslah Mereka itu Adalah Orang-orang yang Alloh SWT Cintai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar