Jumat, 07 Februari 2025
MAKRIFAT KEISTIMEWAAN SYA'BAN
Moch Djamhar Abdul Karim :
=====================
*MAKRIFAT*
*KEISTIMEWAAN SYA'BAN*
=====================
Terdapat Beberapa Peristiwa Penting yang Berdampak pada Kehidupan Umat Islam yang Terjadi dibulan Sya'ban, yaitu sbb :
*1. Peralihan Kiblat* : yaitu dari Masjidil Aqsha Palestina ke Masjidil Haram Mekah Terjadi pada Bulan Sya’ban.
Menurut Imam Al Qurthubi ketika Menafsirkan Surat Al Baqoroh Ayat 144 dalam Kitab Al Jaami’ Li-Ahkaamil Qur’ani, Beliau Mengutip dari Pendapat Imam Abu Hatim Al Basti yang Mengatakan bahwa : *"Alloh SWT Memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W. Tuk Mengalihkan Kiblat pada Malam Selasa Bulan Sya’ban yang Bertepatan dengan Malam Peretengahan dibulan Sya’ban"*.
Peralihan Kiblat ini Merupakan suatu hal yang Sangat ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad S.A.W., Bahkan diceritakan bahwa Nabi Muhammad S.A.W. Suka Berdiri Menghadap Langit setiap Harinya Menunggu Wahyu yang Turun Perihal Peralihan Kiblat itu, seperti Surat dalam Al Baqoroh Ayat 144 :
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ.
*"Sungguh Kami Melihat WajahMu Kerap Menengadah ke Langit, maka Sungguh Kami akan MemalingkanMu ke Kiblat yang Kamu Sukai. Palingkanlah WajahMu ke arah Masjidil Haram"*.
*2. Penyerahan Amal Setahun*.
Dalam Kitab Sunan Imam An Nasa’i, Riwayat dari Sahabat Usamah bin Zaid R.A., Ia Berkata : "Wahai Nabi, Aku ndak Melihat Engkau Berpuasa dibulan-bulan lain Sebagaimana Engkau Berpuasa dibulan Sya’ban (lebih Banyak Puasanya)?", Rosululloh S.A.W. Menjawab : *"Banyak Manusia yang Lalai di Bulan Sya’ban, Padahal di Bulan itu Semua Amal diserahkan kepada Alloh SWT. Dan Aku lebih Suka ketika AmalKu diserahkan kepada Alloh SWT bahwa Aku dalam Keadaan Puasa"*.
Penyerahan Amal Setiap Minggu Sekali yaitu Tiap Hari Kamis, sedangkan Tiap Tahun Sekali Tiap Pertengahan Malam pada Bulan Sya'ban. Ada juga Pendapat bahwa Amal yang diserahkan Langsung Tanpa Menunggu-nunggu lagi, yaitu Catatan Sholat Lima Waktu, Semoga Kita dan Anak Keturunan Kita Termasuk Hamba Alloh yang Ahli Sholat dan diterima serta diridhoi Alloh SWT Amaliyyah Sholatnya, Aamiin.
*3. Penurunan Ayat Tentang Sholawat*.
Pada Bulan Sya’ban juga diturunkan Ayat Perintah Tuk Bershalawat kepada Nabi Muhammad S.A.W., yaitu : QS. Al Ahzab Ayat 56.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
*"Sungguh Alloh SWT dan Para Malaikat-NYA Bershalawat Tuk Nabi S.A.W. Hai Orang-orang yang Beriman Bersholawatlah Kalian Tuk Nabi S.A.W. dan Ucapkanlah Salam Penghormatan Kepadanya"*.
Imam Ibnu Hajar Al Asqalani Mengatakan bahwa Ayat ini Turun pada Bulan Sya’ban Tahun ke-2 Hijriyah. Dalam Kitab Shohih Imam Al Bukhori dari Abu Aliyah R.A. Berkata :
صلاة الله عليه ثناؤه عليه عند الملائكة. وصلاة الملائكة الدعاء. وقال ابن عباس يصلون يبركون.
*"Sholawat Alloh SWT kepada Nabi S.A.W. Adalah Pujian Terhadap Beliau dihadapan Para Malaikat-NYA, sedangkan Sholawat Malaikat atas Nabi Adalah Do’a Tuk Beliau"*.
Sahabat Ibnu ‘Abbas R.A. Berkata : *"Malaikat Bersholawat kepadanya Maknanya Adalah Mereka Memohonkan Berkah Tuk Beliau"*.
Imam Sufyan Ats Tsauri dan Para Ulama Lainnya Berpendapat bahwa :
صلاة الرب الرحمة، وصلاة الملائكة الاستغفار.
*"Sholawat Robb atas Beliau Adalah Rohmat bagi Beliau, sedangkan Sholawat Para Malaikat atas Beliau Adalah Permohonan Ampun (Maghfiroh) Tuk Beliau”.
Dalam Kitab Tafsir Imam Ibnu Katsir Jilid 3 Hal. 576, Imam Ibnu Katsir Berkata : *"Jika ditafsirkan dengan Pujian terhadap Beliau dihadapan Para Malaikat-NYA or Rohmat maka Kedua hal ini ndaklah Saling Bertentangan antara Satu dengan yang Lainnya"*.
Sedangkan dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 Hal. 590, Imam Al Qodhi ‘Iyaadh Berpendapat bahwa : *“Mereka Berdo’a agar Alloh SWT Memberikan Beliau Rohmat dan Melipat Gandakan Pahalanya"*.
__________
Dari Beberapa Pendapat diatas dapat Kita Simpulkan sbb :
1. Makna Lafadz *"Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam"* Adalah Merupakan Pujian bagi Beliau dihadapan Para Malaikat yang Terdekat dengan-NYA yaitu Malaikat Al Muqorrobiin.
2. Bila Sholawat Alloh SWT atas Nabi S.A.W. ditafsirkan sbg Do'a Rohmat kepada Beliau, ini Bisa Jadi Merupakan Pendapat yang Lemah, Karena Rohmat Boleh dimintakan Tuk Setiap Orang Misalkan Ada yang Masih Hidup or yang sudah Wafat Boleh dikatakan : *"Rohimahullah, Semoga Alloh SWT Merohmatinya"*.
3. Tetapi Semua Ulama Bersepakat bahwa Tak Boleh pada Semua Orang diucapkan : *"Shollallahu ‘Alaihi Wa Sallam"*. Maka Berarti ini Menunjukan bahwa Sholawat ndaklah Bisa disamakan dengan Permohonan Do’a agar diberi Rohmat.
4. Dalam QS. Al Baqoroh ayat 157, Alloh SWT Berfirman :
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ.
*"Mereka itulah yang Mendapat Sholawat dan Rohmat dari Robb Mereka"*.
Maka Pada Ayat ini Terdapat 'Athof Hurup Wau, sedangkan Hurup 'Athof Menunjukkan Adanya Perbedaan, oleh sebab itu Sholawat Bermakna Lebih Khusus dari pada Permohonan agar diberikan Rohmat Alloh SWT.
Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)
~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar