Sabtu, 01 Februari 2025

MAKRIFAT ANTARA WABAH DAN FITNAH

Moch Djamhar Abdul Karim : ========================== *MAKRIFAT* *ANTARA WABAH DAN FITNAH* ========================== Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh semoga abah dlm keadaan sehat walafiyat, abah pernah berkata sampai dibuatkan sholawat wabah bahwa urutannya dari wabah, ghola (kekurangan ekonomi), bala dan fitnah dimana itu sudah terjadi, apakah fitnah yg paling besar yg hrs kami hadapi abah supaya bisa bersiap-siap menghadapinya dan apa yg harus dilakukan dlm menghadapi fitnah2 itu, makasih =========== Wslm Wr Wb, 1. Antara Wabah sampai Fitnah itu Banyak sekali Korbannya, maka Apakah Diri Kita, Keluarga Kita, Sahabat Kita, Tetangga Kita or Orang yang Kita Kenal Turut serta yang Menjadi Bagian Tersebut dari Wabah sampai Fitnah itu. 2. Berbicara Mengenai Fitnah, Dalam Kitab Musnad Imam Ahmad Jilid 4 Hal. 408, Kitab Sunan Imam Abu Dawud Jilid 11 Hal. 337, Kitab Sunan Imam Ibnu Majah Jilid 2 Hal. 1310), dan Kitab Al Mustadrak Imam Al Hakim Jilid 4 Hal. 440 Melalui Jalur Sanad yang Shohih Tetapi Imam Al Bukhori dan Imam Muslim ndak Meriwayatkan Hadits ini, yaitu Hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Musa Al Asy’ari R.A., Ia Berkata bahwa Rosululloh S.A.W. Bersabda : إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِـي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، اَلْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِِمُ خَيْـرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا بِسُيُوفِكُمُ الْحِجَارَةَ، فَإِنْ دُخِلَ عَلَى أَحَدِكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ. *"Sesungguhnya Menjelang Datangnya Hari Kiamat akan Muncul Banyak Fitnah Besar Bagaikan Malam yang Gelap Gulita, Pada Pagi Hari Seseorang dalam Keadaan Beriman dan Menjadi Kafir di Sore Hari, di Sore Hari Seseorang dalam Keadaan Beriman dan Menjadi Kafir pada Pagi Hari. Orang yang Duduk saat itu lebih baik daripada Orang yang Berdiri, Orang yang Berdiri saat itu lebih baik daripada Orang yang Berjalan, dan Orang yang Berjalan saat itu lebih baik daripada Orang yang Berlari. Maka Patahkanlah Busur-busur Kalian, Putuskanlah Tali-tali Busur Kalian dan Pukulkanlah Pedang-pedang Kalian ke Batu. Jika Salah Seorang dari Kalian dimasukinya (Mendapatkan Fitnah), maka Jadilah seperti Salah Seorang Anak Adam yang Paling Baik (yaitu spt Habil)"*. 3. Dalam Hadits ini Menyatakan Ttg Iman dan Kekafiran Seorang Muslim dijaman Akhir Benar-benar dipertaruhkan, shg Orang Mukmin Banyak yang Munafik, Orang Mukmin Banyak yang Fasiq, Orang Mukmin Banyak yang Kufur Bahkan Banyak Orang yang tadinya sudah Beriman Banyak yang Murtad dan Berbuat Kesyirikan-kesyirikan, Inilah Fitnah dijaman Akhir spt Gelapnya Malam Artinya Masuk pada Fase Jahiliyyah Modern. Fitnah ini Banyaknya dari Godaan Duniawi yaitu Harta, Pangkat, Jabatan, Wanita dan Berbagai Macam Warna-warni Duniawi shg Ada yang Malamnya Beribadahnya Rajin Tetapi Begitu Bekerja Banyak yang Meninggalkan Ibadah, Melakukan Kebohongan-kebohongan d.l.l. Belum lagi dgn Adanya Kerja Shift shg Kehidupan Menjadi sudah ndak Teratur lagi Baik Tidurnya, Meleknya, Istirahatnya, Aktivitasnya d.l.l. Maka itu Ada Anjuran agar Istiqomah dirumah Lebih Baik Pabila Terjadi Berbagai Macam Fitnah, sebab Fitnah itu Adalah Sumber dari Kehancuran dan Perselisihan. 4. Maka itu diberikan Solusi yang Tepat Pabila Terjadi Berbagai Macam Fitnah sudah Mulai Merebak, didalam Kitab Shohih Imam Muslim juga Kitab Syarah An Nawawi Jilid 2 Hal. 133, Hadits Riwayat dari Sahabat Abu Hurairoh R.A. bahwa Nabi S.A.W. Bersabda : بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا. *“Bersegeralah Kalian Melakukan Amal Sholih (sebelum datangnya) Fitnah-fitnah Bagaikan Malam yang Gelap Gulita, (Keadaan) Seseorang dalam Keadaan Beriman di Pagi Hari dan Menjadi Kafir di Sore Hari or di Sore Hari dalam Keadaan Beriman dan Menjadi Kafir pada Pagi hari, Ia (Umat dijaman Akhir Banyak yang) Menjual Agamanya dengan Kesenangan Dunia"*. 5. Maka Banyak yang Mengatasnamakan Agama Padahal Tujuannya Duniawi Semata shg Inilah Fitnah dijaman Akhir yang Sering Terjadi. 6. Dalam Kitab Shohih Imam Al Bukhori pada Bab Al Fitan, Riwayat dari Ummul Mu'minin Ummu Salamah R.A., Ia Berkata : اسْتَيْقَظَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَزِعًا، يَقُوْلُ: سُبْحَانَ اللهِ! مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ؟ وَمَـاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْفِتَنِ؟ مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ -يُرِيدُ بِهِ أَزْوَاجَهُ- لِكَيْ يُصَلِّينَ؟ رُبَّ كَاسِيَةٍ فِـي الدُّنْيَـا عَارِيَةٍ فِي اْلآخِرَةِ. *“Rosulullah S.A.W. Terbangun pada Suatu Malam yang Menakutkan lalu Beliau Berkata : "Subhaanalloh, Harta Simpanan Apakah yang telah diturunkan? Fitnah Apakah yang telah diturunkan? Siapakah yang Membangunkan Pemilik Kamar-kamar (Membangunkan Para Isteri) shg Mereka Melakukan Sholat (Malam)? Banyak Sekali Wanita yang Berpakaian di Dunia, di Akhirat Kelak Mereka Telanjang"*. 7. Dalam Kitab Fathul Baari Hadits No.112, Imam Ibnu Hajar Al Ashqolani Mengomentari Hadits ini yaitu *"Hadits ini Merupakan Isyarat Bagi Para Wanita Muslimat Khususnya Tuk Para Isteri-isteri Nabi S.A.W. agar Lebih Banyak Melakukan Ibadah serta ndak Malas dan Jangan Beranggapan Mentang-mentang Isteri Seorang Nabi S.A.W. maka ndak Perlu Ibadah Banyak-banyak"*. 8. Juga Fitnah dijaman Akhir itu Banyaknya Para Wanita yang Mengumbar Aurat dan Membuka Aurat shg Aurat disepelekan dan dijadikan Bahan Mainan Belaka shg dari Fitnah Inilah Menyebarluas Pintu-pintu Kemaksiatan Hawa Nafsu Lainnya. 9. Sebenarnya Banyak Sekali Jenis-jenis Fitnah ini sampai-sampai dalam Kitab Shohih Imam Muslim Riwayat dari Sahabat Zaid bin Tsabit R.A., Ia Berkata bahwa Nabi S.A.W. Bersabda : تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. *“Mohonlah Kalian Perlindungan Alloh SWT dari Segala Fitnah, yang Nampak Maupun yang Tersembunyi"*. 10. Adapun Jenis-jenis Fitnah dalam Perjalanan Spiritual Diri Terbagi Menjadi 5 Macam, yaitu : 1). FITNAH DARI APARATUR PEMERINTAH BAIK SIPIL, POLRI OR TNI Ketika sedang Lelakon Perjalanan Ketuhanan Banyak Sekali dari Jaman ke Jamannya Bersinggungan dgn Pemerintahan shg Banyak Para Ulama yang ditahan, dipenjara, disiksa, dizholimi, Mendapatkan Sanksi d.l.l. dgn Mengatakan bahwa Orang Tersebut or Ulama Tersebut Adalah Sesat dan Lain Sebagainya. Seperti Dahulu Para Imam Besar Luar Negeri sejak Jaman Tabi'in sampai Jaman Ulama pada ditangkap lalu dipenjara, Para Ulama Jaman Dahulu di Indonesia pun Demikian juga, Inilah Fitnah dari Pemerintah Tersebut. 2). FITNAH DARI PARA ULAMA AHLUL KITAB Ketika sedang Lelakon Perjalanan Ketuhanan Banyak Sekali dari Jaman ke Jamannya Bersinggungan dgn Para Ulama Ahlul Kitab or Para Ulama Syari'at dimana Mereka Memiliki Jam'iyyah yang Banyak shg Takala Mereka Mengatakan Sesat pada Seseorang yang sedang Lelakon Spiritual Ketuhanan sebab Isu-isu Berkembangnya spt itu maka Jam'iyyahnya Iikut Berprasangka spt itu juga shg Banyak disekitar Kita yg sudah dicap oleh Ulama Ahlul Kitab sbg Sesat lagi Menyesatkan, Padahal Orang itu sedang Perjalanan Spiritual Ketuhanan shg Ia Mendapatkan Fitnah juga dari Para Ulama Ahlul Kitab. 3). FITNAH DARI MASYARAKAT AWAM Ketika sedang Lelakon Perjalanan Ketuhanan Banyak Sekali dari Jaman ke Jamannya Bersinggungan dgn Masyarakat Awam, Sekalipun Mereka ndak Faham dan ndak Mengerti Tetapi Mereka Berpendapat Begini dan Begitu Berdasarkan Prasangkaannya Masing-masing shg Orang yg sedang Lelakon Perjalanan Spiritual Ketuhanan ini Berhasil Mendapatkan Fitnah juga dari Mereka. 4). FITNAH DARI KELUARGA DAN SAHABAT Ketika sedang Lelakon Perjalanan Ketuhanan Banyak Sekali dari Jaman ke Jamannya Bersinggungan dgn Keluarga, bahkan ndak Sedikit yg diusir oleh Keluarga dan Sahabatnya, Ada juga yg dibenci oleh Keluarganya Padahal Orang ini sedang Belajar Memperbaiki Diri Menuju Alloh SWT, shg Ia dijauhi, dicaci, dihina, dizholimi d.l.l. Termasuk juga difitnah Begini dan Begitu shg Fitnah ini Termasuk juga dalam Perjalanan Spiritual Ketuhanan. 5). FITNAH DIRI SENDIRI Ketika sedang Lelakon Perjalanan Ketuhanan Banyak Sekali dari Jaman ke Jamannya Bersinggungan dgn Diri Sendiri shg Orang yg sedang Lelakon akan Memiliki Sifat Merasa Paling Baik, Merasa lebih Suci, Merasa Paling Faham, Merasa Paling Pintar shg Sifat Sombong yang Halus Turut Menyelimuti Pakaian Perjalanannya, Inilah Fitnah Diri itu. 11. Dari Sekian Banyak Fitnah ini Saya sudah Kenyang Mendapatkannya disetiap Tempat yang Saya Singgahi sebab Nur Tauhid itu Takala diturunkan disuatu Tempat or disuatu Diri maka Umumnya akan Banyak Makhluk yang Zhohir Maupun yang Bathin pada Menolaknya, Tetapi Fitnah yang Paling Berat itu Adalah Fitnah Diri shg sampai Bertahun-tahun Bahkan sampai Belasan Tahun Saya Berusaha Tuk Mengkondisikan Fitnah Diri ini dgn Berbagai Riyadhoh dan Tirakat Dirinya, Ketahuilah Fitnah dalam Perjalanan Spiritual itu harus Ada dan harus Hadir sebab Itu Termasuk Sunnah Rosul karena Beliau S.A.W. juga Pernah Mengalaminya bahkan sampai Akhir Hayat Beliau Termasuk juga Pata Sahabat Nabi Bahkan sampai dibunuh oleh Orang Awam ketika sedang Sholatnya. Tapi Fitnah Diri ini Termasuk Fitnah Terberatnya maka itu di MURRI Terkenalnya Adalah Taubat dn Memperbaiki Dirinya sebab Inilah Salah Satu Solusi Tuk Mengkondisikan Fitnah Diri Tersebut.

Tidak ada komentar: