Sabtu, 01 Februari 2025

MAKRIFAT KEJAR AKHIRAT OR DUNIA

Moch Djamhar Abdul Karim : ======================= *MAKRIFAT* *KEJAR AKHIRAT OR DUNIA* ======================= Asslamu'alaykum wr wb salam ta'dzim wat takrim abah.... Mau nanya abah ada sebuah hadis kalau ngga salah : *"carilah akheratmu dunia pasti akan mengikutinya dan barang siapa cari dunia akherat tidak akan mengikutinya"*. Mohon penjelasannya dan minta maap kalau pertanyaanya salah terimakasih.... =========== Wslm Wr Wb, Itu Ungkapan, Tetapi Banyak Ayat dan Hadits yang Mengindikasikan Makna Tersebut, seperti : 1. QS. Asy Syuro Ayat 20 : *"Barangsiapa yang Menghendaki (dengan Amalnya) Keuntungan Akhirat (ahala akhirat) maka KAMI Tambahkan Keuntungan itu Baginya (dilipatgandakan Pahalanya yaitu Satu Kebaikan dibalas dengan Sepuluh Kebaikan dan bahkan Lebih dari itu) dan Barangsiapa yang Menghendaki Keuntungan di Dunia, maka KAMI Berikan kepadanya Sebagian dari Keuntungan Dunia (Tanpa dilipatgandakan) dan ndak Ada Baginya Suatu Bagian pun di Akhirat"*. 2. QS. An-Nahl Ayat 97 : *"Barangsiapa yang Mengerjakan Amal Sholeh Baik Laki-laki maupun Perempuan dalam Keadaan Beriman, maka Sesungguhnya akan Kami Berikan Kepadanya Kehidupan yang Baik (Kehidupan Baik diakhirat Adalah Jannah dan Kehidupan Baik didunia Adalah dengan Mendapatkan Sifat Qona'ah or Menerima Apa Adanya or Ia Mudah Mendapatkan Rezeki yang Halal) dan Sesungguhnya akan KAMI Berikan Balasan kepada Mereka dengan Pahala yang lebih Baik dari Apa yang telah Mereka Kerjakan"*. 3. Hadits Riwayat Imam Al Baihaqi dan Imam Ibnu Hibban bahwa Rosululloh S.A.W. Bersabda : *"Barangsiapa Menjadikan Dunia sebagai Tujuan Utamanya, maka Alloh SWT akan Cerai Beraikan Urusannya (Artinya dibuat Sibuk dan Sibuk Terus Urusan Duniawinya), lalu Alloh SWT akan Jadikan Kefakiran selalu Menghantuinya (Sulit Mendapatkan Duniawi) dan Rezeki duniawi Tak akan Datang kepadanya Terkecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja (Hidup Ngepas shg Tak Pernah Cukup). Sedangkan, Barangsiapa yang Menjadikan Akhirat sebagai Puncak Cita-citanya, maka Alloh SWT akan Ringankan Urusannya (dalam Banyak Hal dimudahkan) lalu Alloh SWT Isi Hatinya dengan Kecukupan (Berkah) dan Rezeki Duniawi Mendatanginya Padahal ia Tak Memintanya"*. 4. Dan Lain-lain. Maka itu, Pernahkah Kita Melihat Ada Orang yang Bekerja Keras Mati-matian Demi Mengejar Harta Benda Keduniaan, Tetapi Malah Kelelahan yang Ia dapati, Keluarganya Amburadul Tak Terurus dengan Baik dan Tahun Demi Tahun Tak Kunjung Membaik Nasibnya Tersebut, Sementara di Tempat yang Berbeda Ada Orang yang Tak Terlalu Ambisius Terhadap Dunia Tetapi Malah Seolah Harta dan Kedudukan Mengejar Dirinya, Berlimpah Harta dan dihormati Orang Banyak juga Ia Tetap Istiqomah Ibadah dan Memperbaiki Diri Melalui Rajin Ngaji or Ta'limnya. Sungguh, Hal yang Demikian itu Bukanlah Sesuatu yang Aneh. Sebab, Segala Sesuatu di Dunia ini Berada dalam Pengaturan Alloh SWT shg Tak Ada yang Luput dari Aturan-NYA dan Aturan-aturan Tersebut itu telah Termaktub didalam Al-Qur’an dan Al Hadits. Ada Satu Hadits Qudsi yang Mana Alloh SWT Berfirman kepada Dunia : *"Wahai Dunia, Layanilah Siapa yang Taat kepadaKu, dan Perbudaklah Siapa yang MencintaiMu"*. Dari Aturan yang Satu ini, maka Orang-orang yang Melaksanakan Ketaatan kepada Alloh SWT dengan Hati yang Lurus maka Mereka akan Mendapatkan Kehidupan yang Baik pula. Ada Ungkapan yang Selama ini Beredar di Masyarakat : *"Kejarlah Dunia maka Akhirat Nggak Dapet, Tetapi Kejarlah Akhirat maka Dunia akan Ngikut"*. ============ Ku Mau Cerita, Saat Praktikum Tauhid Bulan Oktober lalu pada Hari Senin Jam 15:30 Wib, Giliran Tiba Pak Mulya (Sekitar 45 Tahunan) diwilayah Solear Tangerang, Akhirnya Kami pun Berenam Ziarah Singkat di Keramat Solear Hutan Monyet Tersebut. Pas Adzan Ashar Ziarah Kami selesai karena Masih Punya Wudhu Niatnya Mau Sholat Ashar di Tempat semacam Musholla disamping Makam Tersebut, Ternyata dilarang oleh Shohibul Maqom Akhirnya Saya Berkata : *"Kita Jangan Sholat ditempat ini, Nanti dijalan saja"*. Akhirnya Kami Bergegas ke Mobil sambil Melewati Monyet-monyet yang Jumlahnya Ratusan, sambil Mobil Berjalan Saya Buat Tebak-te bakan Bersama Para Sahabat MURRI yang dimobil : *"Mengapa Kita tadi itu Mau Sholat Ashar Tetapi Ada Petunjuk dilarang"*|| Mereka Jawab : "Karena Sholat didekat Makam dilarang Bah"|| *"Bukan itu, Tetapi Bangunan spt Musholla didekat Makam Keramat itu sering dipakai Wirid, Dzikir, Tirakat, Riyadhoh Orang dari Mana-mana Cuman Niatnya Pada Bengkok yaitu Hajat Fiddunia shg Bathin Tempat Tersebut Sangat Kotor sekali shg Pabila dipakai Sholat Niatnya Ikhlas akan Terganggu sampai pada Alloh SWT nya sebab dalam Hukum harus Suci Tempat, Pakaian dan Badan. Nah Tadi itu Versi Bathinnya Tempat Adalah Kotor Asbab Niatnya pada Bengkok maka Kita dilarang Sholat disitu maka Hati dan Otak Kalian agar Lurus kepada Alloh SWT, Apalagi disaat Ibadah sebab Pertanda Dirinya Masih Kotor Pabila Masih Sering Bengkok pada Selain Alloh SWT, Apalagi diniatkan Tuk Urusan Duniawi"*. Saat Mobil sampai di Cisoka Tangerang Pak Mulya dititah Turun pada Sebuah Pesantren Tuk Menemukan Satu Simbol Dirinya lalu Ia Masuk Mobil : *"Gimana Hasilnya.?"*|| Ia Jawab : "Greteg Hati Saya ke Nama Ponpesnya Bah"|| *"Apa Namanya"*|| "Namanya Ponpes Bani Adna"|| *"Astaghfirulloh, Tahu ndak Artinya itu.?"*|| "Saya Kurang Tahu Bah"|| *"Bani itu Artinya Keturunan sedangkan Adna Artinya Rendah, dari Asal Persamaan Kata "Adna, Dana, Dunia Artinya Rendah, Hina dan Rusak" Terus Ponpesnya spt Apa Ajarannya.?*|| "Saya Lihat Ada Tingkat dari TK or SD sampai SMA"|| *"Berarti Cita-cita Pak Mulya Sejak Kecil (Makna Tk or SD Kelas Bawah) sampai saat ini (Makna SMA Kelas Atas), yaitu Dunia or Kemewahan Duniawi Yah, Pak Mulya Ingat Alloh ndak Kalau ditempat Kerjaan.?"*|| "Ya Ingat maka Tetap Menjakani Sholat"|| *"Kalau Ingat Alloh SWT Mana Kenyataannya Sekarang masih Tetap disibukan Khan Ttg Urusan-urysan Duniawi, Pekerjaan shg Terbengkalai Ngajinya dan Perbaikan Dirinya, Coba Terasa ndak.?"*|| "Iyah Memang"|| *"Terus Sejak Kecil sampai Saat ini Mengejar Duniawi dibuat Penasaran Terus, Nah Pak Mulya sudah Punya Apa saja.?"*|| "Iyah sih Belum Punya Apa-apa". Terakhir Saat di Desa Cangkudu Tangerang dititah Beberapa Kali Turun Tuk Menemukan Simbol Dirinya Begitu Masuk ke Mobil : *"Gimana Hasilnya.?"*|| "Pertama : Simbol Nomor Satu dan Besi Tua"|| *"Itu Utamakan Nomor Satu, dimanapun Angka itu Nomor Satu didahulukan yaitu Alloh SWT, Besi Tua itu Maknanya harus Kokoh Tauhidnya shg Bisa Bermanfaat Tuk Banyak Hal"*|| "Kedua : Simbol Ada Masjid Namanya Al Barkah dan Menara Seluler"|| *"Masjid Al Barkah itu Ada Teman Sejati Pak Mulya Namanya Pak Yanto, Coba Lihat Kehidupannya setelah Masuk MURRI, Pak Mulya Ketinggalan Jauh Khan Baik Duniawinya Maupun Akhiratnya, Coba Contoh Temen Pak Mulya itu Mengapa Ia Bisa Istiqomah Sholat di Masjid, Istiqomah Ngaji disaung, Istiqomah Shodaqoh Walaupun Seringnya Adalah Makanan shg Berkah Khan dilihatnya, Ia juga Punya Sekolahan Walaupun Anak-anak Paud, Pernah Ngobrol-ngobrol ndak dgnnya.?"*|| "Pernah Bah, Urusan Pembuatan Perpus Saung"|| *"Bukan itu, Maksudnya Ttg Kehidupannya, Simbol Menara Seluler itu Maknanya : Komunikasi pada Alloh SWT nya Jangan sampai Terganggu Asbab Kesibukan Duniawi spt Mobil di Tol yang Sibuk Saling Mendahului dan Memgejar Duniawi ndak Ada Habisnya"*|| "Abah Saya Minta Wejangannya agar Bisa Kembali Istiqomah spt Semula lagi"|| *"Pertama : lebih Banyak Rajin ke Saung Silaturahmi Nanti juga akan Terbuka Hati dan Pikiran disana Ttg Banyak Hal, Kedua : Rajin Menyambung pada Alloh SWT Melalui Dzikir setiap saat, Ketiga : Rajin Ngaji or Ta'lim dan Porsinya ditambah supaya Hidup ndak Keliru dan ndak Ketipu Terus, Khan Anak Mesantren maka Bapaknya juga harus lebih Baik dari Anak dalam Hal Keilmuan. Keempat : Ibadah Istiqomahnya Shodaqoh ke Fakir Miskin sebab Miskin itu Adalah Diri yakni Miskin Ilmu, Miskin Tauhid, Miskin Ibadah d.l.l., Terus Terakhir : Ngobrol-ngobrol sama Temen SejatiMu itu, agar Bisa dicopi Paste Kebaikan-kebaikannya yang sudah Istiqomah, CUKUP!"*. Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377) ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: https://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: