Jumat, 07 Februari 2025
MAKRIFAT MAHABBATUR ROSUL
Moch Djamhar Abdul Karim:
===================
*MAKRIFAT*
*MAHABBATUR ROSUL*
===================
*Edisi Bulan Sya'ban*
*Bulannya Nabi S.A.W.*
"Segala Pujian Adalah MilikMU Ya AlloH (dgn Menunjuk Jari Telunjuk Kanan Keatas), Wahai yg Memberi Keselamatan, Wahai yg Membentuk segala Rupa, Wahai yg Menjadi Tempat Bergantungnya Semua Makhluk, DIA lah yg Telah Memuji DiriNYA Sendiri sebelum yg Lain MemujiNYA, DIA lah yg Menyanjung DiriNYA Sendiri sebelum yg Lain MenyanjungNYA. Segala Pujian adalah MilikMu Ya Alloh yg Telah Menurunkan Al Qur-an dan As SunnahNYA yg Maha Sempurna, yg telah Menurunkan Nikmat Iman wal Islam & Segala Nikmat-nikmat yg Lainnya".
"Wahai Orang-orang yg Lalai, HidupMu Banyak Menghabiskan Umur saja spt Orang yg sedang Bingung yg selalu Bergelimang Dosa dan Dunia *"Hatta Zurtumul Maqoobir, Sampai Kamu Tenggelam ke Liang Qubur"* Barulah Berhenti, Pada Bulan Sya'ban ini Kembalilah Kpd Alloh Ta’ala dan Ketuklah Pintu-pintu HidayahNYA yang Mulia itu, Apalagi Mumpung Pada Bulan yg Penuh RahmatNYA ini".
"Saat ini akan Ku Ceritakan Kpd Kalian yakni Sebuah Kisah yang akan Melembutkan Hati Kalian yg Masih Keras, lalu Berkaca-kacalah Kedua MataMu kemudian Berlinanglah Air MataMu karena Mengingat Beliau S.A.W. Inilah Kisah Cinta yg Tulus itu, Cinta yg ditulis dgn Air Mata dan Darah Perjuangan dan Pengorbanan. Ketika itu Dunia dikagetkan dgn Kehadiran Sebuah Cahaya yg Saangat Terang yg Keluar dari Padang Pasir. Dari Mana Datangnnya Cahaya itu, yakni : Berasal dari Cahaya Muhammad bin Abdillah S.A.W.".
Anas bin Malik RA Berkata : *“Takala Nabi S.A.W. datang ke Madinah maka Seluruh Penjuru Kota Tampaklah Terang”*, Tidaklah Nabi S.A.W. datang ke Dunia ini Terkecuali Tuk Menebarkan Kebaikan karena Alloh SWT Berfirman : *“Wa Maa ArsalnaaKa Illaa Rohmatan Lill ‘Aalamiin, Tidaklah KU MengutusMu Terkecuali Tuk Rahmat Seluruh Alam”.* Nabi S.A.W. telah disucikan HATI dan AQALNYA oleh Alloh SWT maka itu DIA Berkalam : *”SahabatMu itu Tidaklah Sesat & juga Tidak Keliru”,* PANDANGANNYA pun telah disucikan Alloh SWT maka itu DIA Berkalam : *“Ia Tidaklah Melenceng Pandangannya dan juga ndak Melampaui Batas”*, LISANNYA pun telah disucikan maka itu DIA Berkalam : *“Ia Tidaklah Berbicara atas Dasar Hawa Nafsunya”*, HATINYA pun telah disucikan maka itu DIA Berkalam : *“Hatinya Tidaklah Mendustakan Apa yg dilihatnya”* dan Alloh SWT pun telah Mensucikan Segala Hal Ihwalnya shg DIA Berfirman : *“Wa Innaka La’alaa Khuluqin ‘Azhiim, Sungguh Kamu Memiliki Akhlak yg Agung”*.
Oleh krn itu,
"Tidaklah ada Seorang pun yg Mengetahui Hal Ihwal Nabi S.A.W. kecuali Hanya Alloh SWT yg Maha Mengetahui. Maka itu, Alloh SWT ndaklah Pernah Menyebut Beliau S.A.W. dgn Panggilan Namanya, hal ini Menunjukan Penghormatan kpd Beliau S.A.W., Alloh SWT Berfirman Kpd selain Nabi S.A.W. semuanya dgn Panggilan Namanya spt : *“Wahai Adam, Tinggal lah Kamu dan IsteriMu di Surga”*, Ada lagi *“Wahai Nuh, Turunlah (dari Perahu itu) dgn Selamat Sejahtera”*, Ada lagi *“Wahai Ibrohim, Kamu telah Membenarkan MimpiMu itu”*, Ada lagi *"Wahai Musa, Sungguh Aku ini Alloh”*, Ada lagi *“Wahai Isa, Sungguh Aku akan MewafatkanMu dan MengangkatMu KpdKU”* d.l.l. Tetapi Berbeda Takala Alloh SWT Memanggil Kpd Beliau S.A.W. : *“Ya AyyuHan Nabiy Innaa ArsalnaaKa SyaaHidan wa Mubasyiron, Wahai Nabi Sesungguhnya Aku MengutusMu sbg Saksi dan Pembawa Kabar Gembira dan juga Peringatan”.*
Ibnu Abbas RA Berkata : *“Demi Alloh, Alloh SWT ndak akan Menciftakan Seorang pun yg Lebih Mulia dari Nabi S.A.W.”* Sebab Alloh SWT Menganugerahkan Kpd Jiwa Suci Beliau S.A.W. dgn Keagungan Akhlak dan Budi Pekerti yg Mulia shg Beliau disegani oleh Musuh maupun Sahabat-sahabatnya. Bila Ku Berucap didalam setiap Lafadz MahabbahKu : *“Wahai Nabi, Sungguh Engkau Makhluk yg Paling Baik dan Paling Sempurna dari segala CiftaanNYA, Engkau diciftakan Bebas dari Segala Cacat baik Zhohir maupun BathinMu shg Seakan-akan Ku Menganggap Engkau diciftakan Sesuai KeinginanMu Sendiri. Wahai Nabi, Engkau yg dihiasi Sifat Kasih Sayang dan Lemah Lembut Tutur KataMu Kpd Siapapun baik Kpd yg Muda maupun Kpd yg Tua, Kpd Orang Mukmin maupun Kpd Orang Kafir maka Pantaslah bila Engkau diutus Tuk Rahmat Seluruh Alam”.*
Dari Usamah RA, Nabi S.A.W. Bersabda : *“Sesungguhnya Alloh dan Para MalaikatNYA hingga Semut-semut di Lubang dan Ikan-ikan di Lautan Bersholawat atas Pengajar Kebaikan”.* Maka itu Alloh SWT Berfirman : *“InnalloHa wa Malaa-ikataHu Yusholluuna ‘Alan Nabiy, Ya AyyuHal Ladziina Aamanuu Sholluu ‘AlaiHi wa Salliimu Tasliiman”*. Sehingga Nuur Beliau S.A.W. Tersebar disetiap Waktu dan Tempat, sampai-sampai Batu-batu, Hewan dan Pepohonan yg Mengawali Mengucapkan Salam kpd Beliau hingga Kayu pun Menunjukan Rasa Sayangnya Kpd Beliau S.A.W. Sementara Banyak Sekali dari Kalangan Manusia Bahkan yg Sudah Mendapatkan Gelar Muslim pun ndak Menunjukan Hal yg Demikian. Dari Anas bin Malik RA Berkata : *“Sungguh, Nabi S.A.W. Pernah Berkhuthbah dgn Berpegangan Sebuah Kayu lalu Takala Selesai Berkhuthbah Kayu itupun dilepasnya kemudian Terdengarlah Suara Tangisan dari Kayu itu lalu Nabi S.A.W. Menghampiri Kayu tadi agar Tenang"* kemudian Beliau Bersabda Kpd Para Sahabat yg Hadir : *“Kalaulah Aku ndak Menghampiri Kayu ini maka Kayu ini akan Menangis sampai Hari Qiyamat nanti”*, Masyaa Allah 77x. Sebuah Kayu saja ndak Mau Berpisah dgn Beliau S.A.W. dan didalam Sebuah Riwayat *“Kayu tadi Menangis spt Tangisannya Seorang Bayi”*.
Dari Abdulloh bin Ja’far RA Berkata : “Nabi S.A.W. Pernah Menemui Seorang Sahabat Anshor lalu Nabi SAW Melihat Onta yg sedang Menangis hingga Beliau Usap Air Matanya itu kemudian Beliau Berkata : *“Milik Siapakah Onta ini…?.”*, Sahabat Anshor tadi Menjawab : “Milik Saya Ya Rosulalloh”. Beliau yg Penyayang itu Bersabda : *“Apakah Kamu ndak Takut Kpd AlloH SWT akan Tanggung JawabMu Terhadap Hewan ini, yg telah Alloh SWT Berikan KpdMu, Onta ini tadi Mengadu KpdKu Bahwa kamu telah Menelantarkannya dan Terlalu Memeras Tenaganya hingga ia Kecapaian”*, Masyaa Allah 77x. Maka itulah didalam Darah & Penyembelihan Nabi SAW Bersabda : *“Bila Kalian Hendak Membunuh (Hewan) maka Bunuhlah dgn Cara yg Baik, Bila Kalian Hendak Menyembelihnya maka Sembelihlah dgn Cara yg Baik, yakni : Tajamkanlah Pisau Kalian dan Tenangkanlah Hewan yg Hendak Kalian Sembelih”*… Masya Allah 77x Ternyata Ada Rahasia Haqiqat disebalik Sunnah-sunnah yg Beliau S.A.W. Ajarkan ini".
"ShollalloHu 'Alaa Muhammad (Tak Terhingga Kali). Semoga Kita semua semakin Meningkat Mahabbaturrosulnya Khususnya dibulan Nabi Yaitu di Bulan Sya'ban ini, Aamiiin".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar