Sabtu, 11 Januari 2025
MAKRIFAT SHODAQOH HARAM
Moch Djamhar Abdul Karim :
=================
*MAKRIFAT*
*SHODAQOH HARAM*
=================
Assalamu'alaikum abah apa hukumnya bersedekah tapi dari hasil yang haram, apakah juga dapat pahala.
==========
Wslm Wr Wb,
1. Maka dihukumi Haram lagi sebab Ia Berdosanya Berlipat Ganda, sebab Alloh SWT ndak Menerima Sholat Tanpa Thoharah (Bersuci) dan ndak Menerima Shodaqoh dari Hasil yang Haram, Termasuk juga Ibadah spt Umroh dan Haji dari Hasil yang Haram menipu. Dalam Kitab Shohih Imam Muslim Hadits No. 1015, Riwayat dari Sahabat Abu Hurairoh, bahwa Nabi S.A.W. Bersabda :
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا
*"Wahai Sekalian Manusia, Sesungguhnya Alloh SWT itu Thoyyib (Baik) maka Alloh SWT ndak akan Menerima Sesuatu Melainkan dari yang Thoyyib (Baik)"*.
2. Zhohirnya spt Berkah Padahal Istidroj Artinya Harta Melimpah yang Membahayakannya, sebab Harta yang didapat dari Sesuatu yang diharamkan maka Pastinya ndak akan Berkah, Apalagi dishodaqohkan sebab itu Harta Haram ndak Bisa Bersih dengan Jalan Zakat Harta Maupun Shodaqoh.
3. Pabila Taubatan Nashuha maka Harta Haramnya dikembalikan pada yang Punya (Pemilik Sah), Bila sudah Mati maka diberikan pada Ahli Warisnya, Bila ndak Ada Gunakan Tuk Pembangunan Kemaslahatan Umum, Bila ndak Ada Maka Barulah diberikan pada Fakir Miskin, Ini Urutannya Harta Haram yang ditasarufkan. Adapun Fakir Miskin Tersebut ndak Berdosa Menerimanya Asbab ndak Tahu, Tapi Kalau Tahu maka Harus Menolaknya. Dalam Kitab Shohih Imam Muslim No. 224, Nabi S.A.W. Bersabda :
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
*“Tidaklah diterima Sholat Tanpa Bersuci, Tidak pula Shodaqoh diterima dari Ghulul (Harta Haram)”*.
4. Barangsiapa yang Mendapatkan Harta Haram lalu Melalui Harta Tersebut Ia Gunakan Tuk Infaq dijalan Alloh SWT maka Alloh SWT akan Melemparkannya Kedalam Jurang Neraka Jahanam dan diberikan Tempat didalamnya itu yang Bernama Daarul Huzni yaitu Rumah Kesedihan, sebab Terdapat Siksaan yang Berat-berat Terdapat disana karena Menghina dan Menyepelekan Tuhannya Melalui Harta Haramnya Tersebut.
5. Adapun Fungsi Zakat Maal Adalah Membersihkan Hati dari Kikir, Pelit, Rasa Memiliki, Bakhil, Jiwa yang Tak Bersyukur dan Penyakit Hati Lainnya Bukan Membersihkan Hartanya sebab Harta yang Kotor (Haram) ndak Bisa dibersihkan Melalui Jalan Zakat Maupun Shodaqoh, Misalkan Korupsi 100 Juta lalu dishodaqohkan 50 Juta maka Sisanya akan Bersih, maka ini Perbuatan Sangat Keliru.
6. Maka itu Alloh SWT Berfirman QS. Al Baqoroh Ayat 168 :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
*"Wahai Sekalian Manusia, Makanlah yang Halal lagi baik dari Apa yang Terdapat dibumi, dan Janganlah Kamu Mengikuti Langkah-langkah Syaitan; karena Sesungguhnya Syaitan itu Adalah Musuh yang Nyata BagiMu”*.
7. Juga Alloh SWT Berfirman QS. Al Maidah Ayat 88 :
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
*"Dan Makanlah Makanan yang Halal lagi Baik (Thoyyib) dari Apa yang Alloh SWT telah Rezekikan kepadaMu dan Bertakwalah kepada Alloh SWT yang Kamu Beriman kepada-NYA"*. Maka Orang yang Beriman Pastinya Manut, Taat dan Patuh pada Kalam Alloh SWT ini sebab disebalik Perintah dan Larangannya Ada Hikmah dan Rahasia yang Banyak.
*"Harta Haram itu Ada yang Memang Asalnya Bernajis, Ada dari Hasil Menipu, Mencuri, Berbohong, Ada dari Hasil Ribawi d.l.l."*
8. Kalau Versi MURRI : *"Pabila Kita Makan Makanan Haram, Ribawi, Subhat, Tak Ikhlas dari Seseorang maka Orang Tersebut Berdosa karena Unsur Kesengajaan dan Diri Kita Terkena Efek Dampaknya Sebanyak 2% karena Ketidaktahuannya, Berbeda Kalau Memang sudah Tahu maka 100% Efek Dampaknya, Terkecuali Darurat Emergency Tuk Sambung Hidup Itupun Jangan sampai Mengenyangkan, bahkan lebih Utama Berpuasa Pabila Kuat. Pabila Makan or Minum Memang Dzatiyyahnya Haram (Bukan Haram Sababi) maka Sekalipun ndak Tahu Tetap ada Dampaknya Bagi Diri Khususnya Penurunan Spiritual dan Terganggu Kualitas Dzikirnya Kelak"*.
______________
Ku Mau Cerita,
Dahulu dijaman Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq R.A. Pernah Beliau diberikan Makanan oleh Seseorang lalu Memakannya kemudian Orang Tersebut Berkata : *"Ya Aba Bakrin, Tahukah Engkau dari Mana Saya Dapatkan Makanan Itu"*|| Jawab Abu Bakar : *"Dari Mana.?"*|| Lalu Orang itu Menjelaskan : *"Dahulu Saya Pernah Pura-pura Jadi Dukun sehingga Saya Mendapatkan Upah lalu dikemudian Hari Saya Silaturahmi padaMu dan Upah Tersebut Saya Belikan Makanan ini"*, Setelah Mendengar itu Sahabat Abu Bakar Langsung Mengorek Makanan yang Ada dimulutnya lalu dimuntahkan.
Dahulu dijaman Sahabat Umar Bin Khotthob R.A. Ketika Perjalanan Pernah diberikan Susu Unta oleh Seseorang lalu diminumnya Kemudian Beliau Bertanya : *"Dari Mana Kamu Mendapatkan Susu ini"*, Ia Menjawab : *"Saya Suatu Hari Jalan Melewati Seekor Unta yang sedang Minum di Sumber Air lalu Saya Memerah Susunya dan Inilah Susunya itu"*, Mendengar itu Sahabat Umar Langsung Mengorek Mulutnya agar dimuntahkan Kembali. Dalam Kitab Shohih Imam Al Bukhori, Nabi S.A.W. Bersabda :
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
*"Sungguh akan Datang pada Manusia suatu Jaman, yang saat itu Seseorang ndak Peduli lagi dari Mana Ia Mendapatkan Harta, Apakah dari Jalan yang Halal or dari yang Haram"*. Maka Rusaklah Akhlak, Iman, Tauhid dan Ketulusan Hatinya Sekalipun Ibadahnya Rajin dan Ngajinya Tekun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar