Rabu, 15 Januari 2025
KISAH VERSI MURRI ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W SERI KELIMA
Moch Djamhar Abdul Karim :
=========================
KISAH VERSI MURRI
ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W.
=========================
SERI KE-5
LANJUTANNYA...
Ku Mau Cerita,
...Lalu Buroq Berjalan Kembali sampai ditengah Perjalanan Rosululloh S.A.W. Menyaksikan Sekelompok Kaum Laki-laki dan Wanita yang dihadapan Mereka Terdapat Daging yg Bagus didalam Sebuah Wadah, serta Daging Bangkai yang Jelek, Bau dan Menjijikkan di Wadah yang lainnya, Tetapi Anehnya Mereka Malah Memilih Tuk Memakan Daging Bangkai yang Jelek, Bau dan Menjijikan itu dan Meninggalkan Daging yang Bagus itu. Karena Aneh maka Beliau Bertanya : "Ya Jibril, Kaum Apa itu?" lalu Jibril pun A.S. Menjawab : "Itu Adalah Laki-laki dari UmatMu, dimana dia punya Perempuan yang Halal dan Baik Tetapi dia Mendatangi Perempuan yang ndak Halal baginya, dan Menginap ditempatnya hingga Waktu Subuh Tiba dan yg itu Adalah Perempuan dari UmatMu dia Punya Laki-laki yang Halal dan Baik Tetapi dia Mendatangi Laki laki yang ndak Halal Baginya, dan Menginap ditempatnya hingga Waktu Subuh Tiba".
Ini Adalah Balasan Bagi Manusia yg Berbuat Selingkuh, Ia Memiliki Pasangan yg Halal Malah Memilih Pasangan yg ndak Halal Pabila Ia Berbuat Zina Maka Nanahlah disekujur Badannya yg Bercampur Bau Busuk Tetapi Pabila Ia hanya Mendekati Zina saja maka Nanahlah disekujur Badannya Tanpa disertai Bau. Zina Terbagi Dua yaitu Zina Muhshon (Berbuat Zina Bagi Orang yg sudah Menikah) dan Zina Goiru Muhshon (Berbuat Zina Bagi yg Belum Menikah), Pabila Zina Mushon maka dirajam or dipendam hanya Terlihat Kepalanya saja Lalu ditimpuk Batu-batu oleh Umat yg Lewat Jalan itu sampai Mati. Pabila Zina Ghoiru Muhshon maka dicambuk 100 Kali lalu dibuang ke Negeri or Daerah Lain yg Berbeda yg ndak Mengenali Masing-masingnya sebab Pabila Wanita itu Hamil sampai Melahirkan maka ndak Ada lagi Menikah karena Menutupi Rasa Malu, Tetapi Menikah Setelah Setahunan itu maka diperbolehkan mau si Wanita itu Memiliki Anak or ndak Taqdirnya. Nikah Bagi yg Zina lalu Hamil Pabila dilakukan disaat Hamil itu Menurut Hukum di Indo diperbolehkan Tetapi Nanti setelah Melahirkan agar Menikah Kembali sebab Anak yg dibuahi Sebelum Ia Halal Menikah maka Anak itu Bernasab kepada Ibunya Bukan kepada Bapaknya. Biasanya Orang yg Berbuat Zina or Mendekati Zina ia akan Mudah Melakukan Perbuatan Dosa-dosa yg Lainnya Khususnya Sifat Bohongnya yg akan Dominan, Tetapi Nanti Menyesalinya kemudian Berbuat lagi Begitu Seterusnya hingga Jiwa dan Bathinnya Nyesak dan Menangis.
Kemudian Buroq itu Kembali Berjalan hingga sampai Rosululloh S.A.W. Menyaksikan Ada Sebatang Pohon dijalanan, ndak Ada Apapun yang Melewati Batang Pohon Tersebut baik itu Pakaian or Suatu Apapun Terkecuali Kayu Tersebut telah Merobeknya. Karena Unik Maka Beliau Bertanya : "Ya Jibril, Kalau itu Apaan.?", Lalu Jibril A.S. Menjelaskan : "Itu Adalah Perumpamaan Kaum dari Sebagian UmatMu, dimana Mereka Duduk-duduk dipinggir Jalan lalu Mereka Berbuat Zholim dan Mengganggu Setiap Orang yg Melewati Jalan itu", Kemudian Jibril A.S. Membacakan Suatu Ayat :
وَ لاَ تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوْعِدُونَ وَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ
“Dan Janganlah Kalian Duduk disetiap Jalan dengan Menakut-nakuti dan Menghalangi dari Jalan Alloh".
Ayat inipun Mengisyaratkan Ttg Larangan Bagi Orang-orang yg Suka Mengganggu Jalan Dakwahnya Para Penda'i yg Memang Niat dan Tujuannya Adalah Tulus Ikhlas karena Alloh SWT, Mengajak kepada Alloh SWT, Bukan karena Selain Alloh SWT. Namun Sebaliknya, Pabila Para Penda'i itu ndak Tulus Ikhlas Mengajak kpd Alloh SWT Tetapi karena Harta, Pangkat, Jabatan dan Duniawi Lainnya maka akan disiksa Sebelum Umat yang Lain disiksa. Mengenai Duduk-duduk dipinggir Jalan Nabi S.A.W. pun Pernah Berwasiat kepada Para Sahabat, Hadits dari Sahabat Abu Sa'id Al Khudri R.A. bahwa Nabi S.A.W. Bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا; نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ: فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ فَأَعْطُوا اَلطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا: وَمَا حَقُّهُ؟ قَالَ: غَضُّ اَلْبَصَرِ وَكَفُّ اَلْأَذَى وَرَدُّ اَلسَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَ عْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ اَلْمُنْكَرِ.
"Jauhkanlah DiriMu Tuk Suka Duduk di Jalan-jalan", Mereka Berkata : "Ya Rosululloh, itu hanyalah bagian dari Tempat Duduk Kami dimana Kami biasa Berbincang-bincang disana". Beliau Menjawab : "Jika Kalian Menolak (Nasehat ini) maka Berilah Jalan kepada Haknya", Mereka Bertanya : "Apakah Haknya?", Beliau Bersabda : "Menundukkan Pandangan, Ndak Mengganggu, Menjawab Salam, Menyuruh kepada Kebaikan dan Melarang Kemungkaran", (HR. Muttafaqun 'Alaihi).
Kemudian Buroq itu pun Berjalan Kembali hingga Rosululloh S.A.W. Menyaksikan Seorang Laki-laki sedang Berenang disungai Darah sambil dirajam dan dilempari dengan Batu, Melihat itu Maka Beliau Bertanya : "Ya Jibril, Itu Kenapa.?", lalu Jibril A.S. Menjelaskan : "Itu Adalah Perumpamaan Orang yang Memakan Ribawi". Dosa Ribawi ditandai Banyaknya Lintah ditubuh Bathin Seseorang yg Melakukan Ribawi, Ciri Lintah Ribawi itu Bersemayam Adalah Orang itu akan Sulit Sekali Bertaubatnya, Jalannya Buntu dan Terjal shg Ekonominya akan Semakin Kesulitan, Hutang-hutangnya Semakin Menumpuk, Permasalahan Demi Permasalahan Semakin Hadir Bertubi-tubi shg Bikin Stres dan Bikin Malas Berbuat Kebaikan, Iman dan Tauhidnya pun serta Ketulusan Hatinya pun akan Terganggu sebab Nurnya Semakin Mengecil dan Hampir saja Menghilang shg Keyakinannya Sirna dan Semakin Jauh kpd Alloh SWT dgn Kondisi spt ini maka Alloh SWT Gambarkan Mereka spt Orang Kesurupan. Alloh SWT Berfirman QS. Al Baqoroh Ayat 275 :
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَوا لَايَقُمُوْنَ إِلّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبُّطُهُ الشَّيْطَنُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُو اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْل الرِّبَوا وَاَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَوا.
"Orang-orang yang Makan (Mengambil) Riba ndak dapat Berdiri Melainkan seperti Berdirinya Orang yang Kemasukan Syetan Lantaran Tekanan Penyakit Jiwa (Stres dan Gila). Keadaan Mereka yang demikian itu disebabkan mereka Berkata (Berpendapat) : "Sesungguhnya Jual Beli itu samadengan Riba, Padahal Allah SWT telah Menghalalkan Jual Beli dan Mengharamkan Riba".
Pada Jaman ini Ribawi Merajalela maka Selamatkanlah Diri Kalian, Keluarga Kalian, Tetangga Kalian, Saudara-saudara Kalian, Jam'iyyah dan juga Orang-orang yg Kalian Cintai dari Segala Tipu Daya Ribawi dengan Segala Macam Bentuk dan Strateginya yg Bisa Menipu Pandangan Umat yg masih Awam.
#BERSAMBUNG...
~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar