Minggu, 12 Januari 2025
KISAH VERSI MURRI ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W SERI KEDUA
Moch Djamhar Abdul Karim :
=========================
KISAH VERSI MURRI
ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W.
=========================
SERI KEDUA
LANJUTANNYA...
14. Pada Malam Senin 27 Rojab yaitu Satu Tahun Sebelum Nabi S.A.W. Hijrah ke Yatsrib (Madinah), saat itu Beliau sedang Berada di Hijir Ismail yaitu samping Ka’bah (Bagi yg Pernah Haji or Umroh Pasti Tahu Posisinya), Waktu itu Beliau sedang Tidur Berbaring Bersama Dua Orang Lelaki yakni Paman Hamzah bin Abdul Muttholib dan Saudara Sepupu Ja’far bin Abi Tholib.
15. Pada Saat itu Tanpa Sepengetahuan Keduanya Datanglah Jibril A.S. dan Minkail A.S. serta Bersamanya Malaikat yang lainnya yaitu Isrofil A.S. Menghampiri Nabi S.A.W. kemudian Beliau oleh Para Malaikat diajak kearah Sumur Zam-zam (Sekitar 21m dari Hijir Ismail itu) lalu Melentangkannya didekat Sumur itu, Pada saat itu yang Memimpin Adalah Malaikat Jibril A.S. sedangkan Para Malaikat yg Lainnya hanya Membantu.
16. Dalam Riwayat lain dikatakan Bahwa Rosululloh S.A.W. saat itu dibaringkan didekat Sumur Zam-zam lalu oleh Malaikat Jibril A.S. dibedahlah Bagian atas Dada Nabi S.A.W. hingga kebawah Perutnya. Bedah ini Termasuk Bedah Jasad dan Ruhani, dimana Perut Terbelah dan Ruhani pun Demikian juga.
17. Rosululloh S.A.W. Mengalami Bedah Lahir wal Batin sebanyak 4 Kali yaitu : Saat Usia 6 Tahun ketika Bersama Halimah Sa'diyyah, Saat Usia Baligh Murohiq (Usia 12 Tahun lebih), saat diangkat Menjadi Rosul dan disaat hendak Isro wal Mi'roj (Usia 51 Tahun lebih). Alhamdulillah, Takdir Bedah Ruhani di MURRI Ada dan Hal ini Termasuk Karunia yang Sangat Besar Sekali yang harus disyukuri sebab Sunnah Nabi S.A.W. yang Sangat Langka Tujuannya agar lebih Membersihkan Diri dan Menuju Alloh SWT dengan Sungguh-sungguh (Makna Isro wal Mi'roj).
18. Lalu Jibril A.S. Berkata kepada Minkail A.S. : *“Berikanlah Aku Semangkok Air Zam-zam agar Aku Bersihkan Hatinya dan Aku Lapangkan Dadanya (karena Kesedihan yg Mendalam ketika Wafatnya Kedua Orang yg dicintai Beliau dan juga Pahit Getirnya dalam Berdakwah)”*.
19. Lalu Minkail Membawa Semangkok Air Zam-zam Kemudian Jibril A.S. Mengeluarkan Hati Beliau dan Membasuhnya dengan Air Zam-zam itu hingga Tiga Kali Basuhan dan Mencabut (Mengambil) Apa-apa yang Mengganggu dihati Beliau itu.
20. Kemudian Datanglah Malaikat Minkail A.S. sambil Membawa Satu Mangkok dari Wadah Emas yang penuh dengan Hikmah dan Iman lalu Menuangkanya ke Dada Rosululloh S.A.W. lalu Memenuhinya dengan Kebijaksanaan dan Keilmuan lalu Keyakinan serta Keislaman, setelah itu dirapatkan Kembali dari Dada hingga Kebawah Perutnya Lalu Menstempelnya dengan stempel Nubuwah di Tulang Belikatnya yaitu diantara Kedua Bahunya.
21. Sekilat Tentang Stempel, Dalam HR. Imam Ahmad Jalurnya dari Sahabat Ali bin Abi Thalib Karomallohu Wajhah Berkata : *"Diantara Kedua Bahu (Belikat) Rosululloh S.A.W. terdapat Khotam (Stempel) Kenabian, yaitu Khotamul Anbiyaa"*.
22. Dalam Hadits dari Sahabat Jabir bin Samuroh R.A. Ia Berkata : *"Aku pernah Melihat Khotam (Stempel Kenabian), Ia Terletak diantara Kedua Bahu Rosululloh S.A.W. Bentuknya seperti Sepotong Daging yg Berwarna Merah sebesar Telur Burung Dara"*.
23. Salam dalam Kitab Syarah Al-Barzanji dikatakan Bahwa : *“Ia (Khotam An-Nubuwwah) Adalah Daging or Lemak yang agak Hitam (Nampak Timbul) Bercampur Kekuningan (seperti Urat saja), lalu Sekelilingnya itu ada Bulu-bulu Rambut Halus yang Beriring-iringan (Membentuk ke Sekeliling) Khotam itu seperti Bulu Kuda saja (Halusnya)"*.
24. Setelah dari Sumur Zam-zam itu lalu didatangkanlah Buroq yang Indah serta Berpelana dan Bertali Kekang Tuk Mengemudikannya.
25. Buroq Adalah Hewan yang Berwarna Putih yang lebih Tinggi dari Keledai dan lebih Kecil dari Bighol (yaitu Hewan Hasil Perkawinan antara Kuda dgn Keledai). Langkahnya Sejauh Mata Memandang, Memiliki Dua Telinga yang Panjang. Apabila Mendaki Gunung maka Terangkat lebih Tinggi Kaki Belakangnya, dan Pabila ia Turun maka Terangkat lebih Tinggi Kaki Depannya. Buroq pun Memiliki Dua Sayap dibagian Pinggulnya yang Membantu Kakinya agar lebih Cepat Bergerak.
26. Tentang Nama Hewan ini Para Ulama ndak Tahu Nama Aslinya Tetapi karena Kendaraan ini Cepat seperti Kilat maka dinamakan Buroq yaitu Asalnya dari Kata Barqun Artinya Secepat Kilat. Adapun Kendaraan Tercepat Akhlak Hasanah (Mukminiin) Adalah Prasangka Baik dan Perasaan Baik, Kendaraan Tercepat Akhlak Mahmudah (Muttaqiin) Adalah Tulus Ikhlas dan Kendaraan Tercepat Akhlaqul Kariimah (Arif Billah Wali Alloh) Adalah Khusu' (Fokus Alloh SWT) dalam Segala Halnya. Adapun Kendaraan Tercepat Akhlaqul 'Azhiim (Para Nabi dan Para Rosul) Adalah Tafwidh dan Mukhlas pada Alloh SWT sedangkan Kendaraan Tercepat Akhlaqulloh (Rosululloh S.A.W.) Adalah Qudrot dan Irodat Alloh SWT.
27. Pada saat Nabi S.A.W. ingin Menaikinya, Buroq pun Berontak Tuk dinaiki oleh Beliau lalu Jibril A.S. Meletakan Tangan ke Buraq itu sambil Berkata : *"Tidakkah Kamu Malu Wahai Buroq, Demi Alloh Tak akan Ada yang MenaikiMu Seorang Makhluk yang lebih Mulia darinya (Nabi S.A.W.)”* Maka Buroq pun Tenang dan Merasa Malu sehingga Keringatnya Membasahi Tubuhnya karena Rasa Malunya itu.
28. Buroq Adalah Sejenis Kendaraan Para Anbiya sebelum Nabi S.A.W., Adapun Buroq yang dipakai Nabi S.A.W. saat Isro wal Mi'roj Adalah Buroq yang Rendah Hati Asbab Kekurangannya sehingga karena Itulah ia Terpilih (Tak Merasa Tinggi Hati).
29. Akhirnya, Rosululloh S.A.W. Naik Buroq sedangkan Jibril A.S. Berada disebelah Kanannya dan Minkail A.S. Berada disebelah Kirinya, yang Memegang Pelananya Adalah Jibril A.S., dan yang Memegang Tali Kekangnya Adalah Minkail A.S.
30. Maka Terbanglah Buroq Tersebut Secepat Kilat hingga sampai Tempat yg Banyak ditanami oleh Pohon-pohon Kurma yang Lebat lalu Jibril A.S. Berkata : *"Turunlah dan Sholat disini Dua Roka'at”*, maka Rosululloh S.A.W. pun Melaksanakan Sholat Dua Rokaat lalu Naik Buroq Kembali. Kemudian Jibril A.S. Bertanya : *“Ya Rosululloh, Tahukah dimana Engkau Sholat tadi?”*. Beliau Menjawab : *"Saya Tak Tahu”*. Jibril A.S. pun Menjelaskan : *"Tadi Engkau Sholat di Thoybah (yaitu Sebuah Kota Madinah) dan Kesitulah Kelak Engkau akan Berhijrah (Bersama UmatMu)"*.
31. Adapun Bagi Muslim yang Baru Bertaubat maka disebut sebagai Muzaki yaitu Orang yang Membersihkan Diri, Bukan Hijrah. Adapun Muslim yang sudah Baik Lahir Batinnya lalu ia ingin lebih Meningkat lagi maka disebut sebagai Muhaajir yaitu Orang yang Hijrah. Adapun Orang yang lebih Mulia dari itu disebut sebagai Mujaahid yaitu Orang yang Benar-benar dan Sungguh-sungguh dalam Pengorbanannya Terhadap Islam baik Melalui Dirinya (Nyawa) maupun Harta Bendanya. Semoga Semua Sahabat MURRI Mendapatkan Jatah Menjadi Seorang Mujaahid Fii Sabilillah, inilah yang dinamakan Abdulloh.
32. Lalu Buroq pun Berjalan dengan Secepat Kilat Sejauh Matanya Memandang hingga sampailah ke Sebuah Pohon Teduh lalu Jibril A.S. Berkata : *"Turunlah dan Sholatlah disini"*. Maka Beliau pun Sholat Dua Rokaat kemudian Menaiki Buroq Kembali. Lalu Jibril A.S. Bertanya : *“Ya Rosululloh, Tahukah dimana tadi Engkau Sholat?”*. Beliau Menjawab : *"Saya Tak Tahu"*. Jibril A.S. pun Menjelaskan : *"Tadi Engkau Sholat di Kota Madyan yaitu Tepatnya disebuah Pohon yang Dahulu Nabi Musa A.S. pernah Berteduh disitu"*.
33. Kisah Nabi Musa A.S. di Kota Madyan Terdapat disurat Al Qoshosh ayat 23-28, Beliau Lari dari Kejaran Orang-orang Koptik sebab Ketahuan bahwa Beliau Termasuk Keturunan Bani Isroil lalu Beliau Keluar dari Mesir selama 8 Hari Perjalanan Kaki lalu Berteduh di Pohon Madyan kemudian Berjumpa dengan Dua Gadis Pengembala Domba yang Mana Hewan-hewannya sedang Kehausan, ia sedang Mengantri Air Sumur kemudian Nabi Musa A.S. Melihat itu lalu Bertanya Tentang Sumur Selain itu, lalu diberitahukanlah Sumur yang Tertutup Batu Besar, kemudian Beliau Angkat Batu Besar yang Menutupi Sumur Tersebut dimana Batu Besarnya Seukuran bisa Terangkat oleh 10 Orang. Beliau diundang Makan oleh Syekh Madyan yaitu Orang Tua Kedua Gadis Tersebut lalu Menikahi Salah Satunya dengan Mahar 8 Tahun Menggembala Domba lalu ditambah 2 Tahun secara Sukarela, kemudian Beliau Mulailah Kembali ke Mesir Kembali Tuk Mendakwahkan Fir'aun dan Membebaskan Kaum Bani Isroil.
34. Madyan Adalah Nama Kota di Negara Ma’aan, Daerah Syaam Dekat dengan Danau Kaum Nabi Luth A.S., Adapun Sejarah Madyan Adalah Kabilah yang Berasal dari Satu Ayah Keturunan Arab keatasnya Adalah Nabi Ibrohim A.S.
#BERSAMBUNG...
Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)
~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar