Sabtu, 11 Januari 2025

KISAH VERSI MURRI ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W

Moch Djamhar Abdul Karim : ========================== *KISAH VERSI MURRI* *ISRO WAL MI'ROJ NABI S.A.W.* ========================== SERI KESATU Sahabat MURRI, Baiklah Saya akan Jelaskan Gamblang Bagaimana Perjalanan Isro wal Mi'roj Nabi Muhammad S.A.W. Beserta Makna dan Maksudnya. Sebab Banyak yang Membahas Kisahnya Namun Sangat Sedikit Sekali yang Menjelaskan Pemahaman Makna dan Maksud disebalik Kisah Tersebut, yakni sbb : 1. Dalil Isro (Perjalanan Malam) dari Masjid Al Harom (Mekah Al Mukarromah) ke Masjid Al Aqsho (Palestina) yaitu QS. Al Isro Ayat 1 : سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ. *"(Maha Suci Alloh SWT yang telah Memperjalankan HambaNYA (yaitu Nabi Muhammad S.A.W.) pada Suatu Malam dari Masjidil Harom (Baitulloh Mekah) ke Masjidil Aqsho (yakni Baitul Maqdis Palestina) yang telah KAMI Berkahi Sekelilingnya (dengan Banyaknya Buah-buahan dan Sungai-sungai) agar KAMI Perlihatkan kepadanya sebagian Tanda-tanda KAMI (yaitu Sebagian daripada Keajaiban-keajaiban Kekuasaan KAMI), Sesungguhnya DIA adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Yang Mengetahui Semua Perkataan dan Pekerjaan Nabi S.A.W.)".* 2. Banyak Para Qori Pabila ada Acara-acara Rajaban selalu Membacakan Ayat diatas, Padahal itu Baru Dalil Isro Bukan Dalil Mi'rojnya maka Nanti ketika Saya Kisahkan Mi'rojnya Saya Beritahukan juga Dalilnya. 3. Maka Pernah Kejadian pada suatu Acara Tabligh Akbar dilapangan Salah Satu Sudut Daerah Tangerang pada Tahun 2013 lalu, ketika itu Saya Menjadi Pembicara Terakhir Sekitar Jam 23:30 wib lalu Saya Buat Sayembara yakni : Barangsiapa yang Bisa Membacakan Dalil Mi'rojnya Rosululloh S.A.W. maka Saya akan Berikan Hadiah Tasbeh Giok Saya ini (Ukuran 10mm) dan Saya Doakan Semoga Menjadi Ahlu Dzikir. Ternyata Banyak yang Tak Mengetahuinya, sampai-sampai ada Salah satu Sahabat MURRI yang Naik ke Panggung lalu Membacakan Dalil Mi'roj kemudian Saya Hadiahkan Tasbeh Giok Tersebut kepadanya, Maka Sahabat MURRI yang Membaca Kisah Mi'roj Pasti Tahu Semuanya. Sedangkan Hadiah Sorban Saya Berikan kepada Pak Kombespol agar Beliau Lemparkan Bebas sambil Saya Do'akan Semoga yang Mendapatkan Menjadi Ahli Ibadah, dan Ternyata yang Mendapatkannya adalah Seorang Anak Yatim dari Ulama Sepuh Daerah Tersebut, karena Peristiwa Rajaban ini Adalah Peristiwa Agung sebab diawali "Subhanalladzi" maka saat itu Saya Membawa Dua Hadiah yang Mulia dan Semoga Membawa Maslahat Dunia Akhirat. Tetapi setelah Kejadian itu ada Tokoh Ulama Setempat Besoknya Silaturahmi ke Rumah Saya Menanyakan Kebenaran Dalil Mi'rojnya (Nanti saat Saya Kisahkan Miroj, Saya akan Lanjutkan Kisah Seru ini). 4. Kisah Lengkap Isro Wal Mi'roj pada Kesempatan ini diambil dari Beberapa Kitab yaitu : *Kitab An Nurul Wahhaj Fii Qishotil Isro Wal Mi'roj (Sayyid Zainal Abidin Al Barzanji), Kitab Ad Dardir (Syekh Najmuddin), Kitab Al Anwarul Bahiyyah dan Kitab Wa Huwa Bil Ufuqil A'la (Sayyid Al Maliki), Kitab Isro Wal Mi'roj (Syekh Mutawalli Asy Sya'roni) d.l.l.* 5. Biasanya ketika ada Acara Tabligh Akbar maka disebarluaskanlah Kisah Isro' wal Mi'roj ini dalam Bentuk Buku Berseri, sebab Banyak Umat yang Memahaminya Sepotong-sepotong karena dalam Waktu yang Singkat Tentunya Tak Bisa Mengkisahkan Lengkapnya. Seharusnya setiap Para Penceramah agar ada Karya Tulisnya yang dibagikan Tuk dibaca dirumah Masing-masing supaya lebih Lengkap Kefahaman Umatnya, Termasuk Kisah Maulid d.l.l. agar dibukukan. 6. Kisah Awalnya, Ketika Alloh SWT Memerintahkan Nabi S.A.W. Tuk Menyampaikan Risalah diusianya 40 Tahun dari Dakwah Sembunyi-sembunyi sampai Dakwah secara Terang-terangan, maka Kaumnya Memusuhi Beliau dan Memeranginya secara Liar dan Ganas. Tetapi Walau pun seperti itu, maka Tak Menjadi Penghalang Masuknya Iman Islam kedalam Hati sebagian Keluarga Dekatnya dan sebagian Kaumnya yang Mengenal Kejujurannya. 7. Bagaimana Mungkin Nabi S.A.W. Memberitakan kepada Manusia dengan Suatu Kabar yang Dusta Tentang Tuhan Yang Wajib disembah, Padahal Nabi S.A.W. Tak Pernah Berdusta kepada Siapapun Sejak Masa Kecilnya Dahulu dan Kaumnya pun Mengetahui Benar Tentang Kejujurannya ini, Maka Hal ini Menjadi Pelajaran yang Sangat Penting Buat Kita selaku Umatnya agar Memiliki Sifat Jujur dan Menjauhi Sifat Dusta supaya Kepercayaan dari Umat dan dari Alloh SWT pun dapat Kita Rasakan dan Syukuri. 8. Dalam Menyebarkan Risalah Islam ini, Nabi S.A.W. Membutuhkan Pembela (Beking) yang Setia Membela dan Mendukungnya Terhadap Orang-orang Kuffar Quroisy yang selalu Memusuhinya dan Memeranginya, dan Pembela yang Mendukung Dakwahnya serta Menghiburnya saat Kesedihan Melanda Hatinya Adalah Paman Abu Tholib yang Terhormat di Kalangan Pembesar Quroisy Setia Membelanya hingga Akhir Hayat. Selain Pamannya itu, yang Menjadi Pembela Dakwahnya Adalah Sayyidah Khodijah binti Khuwailid R.A. yaitu Istri Tercintanya, yang selalu Menghibur dan Menentramkannya Takala Kesedihan dalam Berdakwah Banyak Hambatan dan Tantangannya. 9. Selama 10 Tahun Keduanya Masih Setia Membela, Membeking dan Menghibur Rosululloh S.A.W. dengan Segenap Harta, Jiwa dan Raga Mereka hingga Akhir Hayatnya dan Tepatnya setelah 10 Tahun diangkat Menjadi Seorang Nabi yaitu diusia 50 Tahun Lebih maka Kedua Pembelanya itu Meninggal Dunia sehingga Kesedihan Demi Kesedihan pada Tahun ini Terus Melanda Nabi S.A.W. hingga dinamakan pada Tahun itu sebagai Tahun Kesedihan. Pada saat itulah Orang-orang Kuffar Quroisy Semakin Merajalela dalam Memusuhi, Mendzolimi dan Memerangi Nabi S.A.W. hingga Akhirnya Beliau Pergi ke Kota Thoif Tuk Meminta Dukungan Dakwahnya, Tetapi Hancur segala Harapan Beliau Ketika Beliau Malah Mendapati Penduduk Thoif yg lebih Ganas dan Bengis dari pada Penduduk Kuffar di Makkah. Beliau diusir secara Tak Terhormat dengan dihujani Cacian dan Lemparan Batu-batu hingga Berdarah. 10. Ketika itu saat Perjalanan Pulang dari Kota Thoif itu disuatu Kebun Beliau Menangis dan Mengadu kepada Alloh SWT dengan Berkata Lirih : اللهم إليك أشكو ضعف قوتي وقلة حيلتي و هواني على الناس يا أرحم الراحمين أنت رب المستضعفين وأنت ربي إلى من تكلني؟ إلى بعيد يتجهمني؟ أم إلى عدو ملكته أمري؟ إن لم يكن بك علي غضب فلا أبالي ولكن عافيتك هي أوسع لي أعوذ بنور وجهك الذي أشرقت له الظلمات وصلح عليه أمر الدنيا والآخرة من أن تنزل بي غضبك أو تحل علي سخطك لك العتبى حتى ترضى و لا حول و لا قوة إلا بالله. Terjemahan Bebasnya seperti ini : *“Wahai Alloh, hanya kepadaMU lah Aku Mengadu akan Lemahnya KekuatanKu, dan Sedikitnya Jalan yang dapat Aku Tempuh serta KehinaanKu di Mata Manusia. Wahai Tuhan yang Kasih Sayangnya lebih Besar dari Para Penyayang Manapun, Engkau Adalah Tuhan Kaum yang Tertindas dan Tertekan, dan Engkau Adalah TuhanKu. Kepada Siapa Engkau hendak Menyerahkan DiriKu? Apakah kepada Orang yang Jauh yang akan MenindasKu? Atau kepada Musuh Engkau Lemparkan DiriKu? Selama KemurkaanMU ndak Engkau Tumpahkan kepadaKu maka sungguh Aku ndak Peduli dengan Penderitaan ini Semua. Namun 'Afiyah KelembutanMU lebih Aku Harapkan. Aku Berlindung dengan Cahaya WajahMU yang Terbit Menghapuskan segala Kegelapan, yang dengannya Mengalir segala Perkara Dunia dan Akhirat, Aku Berlindung denganNYA dari KemurkaanMU yang hendak Engkau Tumpahkan kepadaKu, dan dari KemarahanMU yang akan MenghampiriKu. Engkau Berhak mMenegur hingga Engkau Ridho. Dan Tiada Kemampuan dan Kekuatan Melainkan dengan Pertolongan Alloh SWT”*. 11. Alloh SWT Mendengar Segala Rintihan dan Tangisan Nabi S.A.W. sehingga Malaikat Jibril A.S. pun Turun lalu Menawarkan kepada Beliau Tuk Menimpakan Gunung Uhud kepada Penduduk Thoif yang Menzholimi Nabi S.A.W. saat itu, Namun Beliau Berkata : *"Mereka (Penduduk Thoif) Belum Mengetahui Kebenaran yang Ku Bawa ini, Semoga Anak Keturunan Mereka akan Menerima Kebenaran yang Aku Bawa ini"*. 12. Beberapa Waktu Sekembali Beliau dari Thoif ke kota Makkah, Alloh SWT Memanggil Beliau Melalui Perjalanan yang Mengguncang Iman Penduduk Mekah dan Umat Islam pada Umumnya saat itu, yang dikenal dengan Peristiwa Isro dan Mi’roj yang Agung. Peristiwa itu Terjadi pada Malam Senin Tanggal 27 Rojab yaitu Satu Tahun sebelum Hijrah ke Kota Yatsrib (Madinah) sebagaimana Pendapat yang Masyhur. 13. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah bahwa Jabir bin Abdulloh Al Anshor dan Abdulloh ibnu Abbas RodhiAllahu ‘anhumaa Berkata : *"Rosululloh S.A.W. Lahir pada Hari Senin, dan pada Hari Senin Beliau diutus, dan pada hari Senin dimi’rojkan ke Langit, dan pada Hari Senin Beliau Wafat”.* ......... Lanjut Seri Kedua. Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377) ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: http://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: