Minggu, 05 Januari 2025
MAKRIFAT NAWAITU DIRI
Moch Djamhar Abdul Karim :
============
*MAKRIFAT*
*NAWATU DIRI*
============
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, abah apakah perbedaannya antara riya dengah niat sirik sampai diri benar-benar iklas karena Allah swt, trmksh
===========
Wslm Wr Wb,
Riya Adalah Syirik Kecil, sedangkan Syirik Besarnya Adalah Menduakan or Mempersekutukan Alloh SWT dengan Sesuatu Apapun.
Sahabat MURRI,
Hadits Tentang *"Innamal A'malu Binniyat"* itu Merupakan yang Menjadi Dasar Hukum didalam Islam, Seringkali Para Ulama Salaf dan Kholaf Sangat Senang Memulai Karya-karya Tulisanya dgn Mengutif Hadits ini Tuk Mengingatkan Para Pembaca Betapa Pentingnya Meluruskan Niat or Mentauhidkan Niat.
Maka itu Ada Kaidah Umum yang Mengatakan : *"Bahwasanya Balasan yang diberikan kepada Manusia itu Menurut Ukuran or Takaran Niat Mereka"*. Maka Itu, Barangsiapa yang Meninggalkan Amaliyyah Ibadah karena Manusia Itu dinamakan *Riya*, sedangkan Melakukan Amaliyyah Ibadah Karena Manusia itu dinamakan *Syirik*, Tetapi Pabila Alloh SWT Selamatkan Seorang Hamba didalam Setiap Amaliyyahnya dari Melakukan Dua Hal diatas tadi maka Itu dinamakan dengan *Ikhlas*.
Penting Sekali,
Ketika Kalian Melakukan Suatu Amaliyyah Kebaikan maka Usahakanlah Selalu SAMA AZZAH Baik Lahir maupun Bathin Diri Kalian shg Setiap Gerak maupun DiamMu Baik Ketika Sendirian maupun disaat ndak Sendirian Tetap Tancapkan Nawatu Lillahi Wa Billahi Ta'ala. Jangan sampai Bercabang Dua yakni Melalui Kehendak Nafsu or Keinginan Hawa dengan Tujuan Keinginan Duniawi.
==============
Sahabat MURRI,
Peliharalah Diri Kalian dari Segala Keinginan diperhatikan oleh Makhluk dan Sucikanlah Diri Kalian dari Segala Memenuhi Kehendak dan Keinginan Hawa NafsuMu. Sebab Nawaitu yang Lurus hanya kapada Alloh SWT Semata dan ndak ditemukan didalam Perbuatan yang Kecampur oleh Riya dan Qolbu yang Jujur itu ndak ditemukan didalam Perbuatan yang Kecampur Kesombongan didalam Dirinya.
Usahakanlah ketika Kalian Melakukan Suatu Perbuatan yang Baik lalu dipuji or pun dicela maka Qolbu Kalian Menerimanya *SAMA AZZAH*, Begitu juga Ketika dikoreksi Kejelekan-kejelekan Amaliyyah Kalian oleh Seseorang maka Janganlah Sekali-kali Ada Perasaan Benci kepadanya.
Sekali lagi, Surat Al Bayyinat Mengajarkan Tentang Bukti Nyata Diri Seorang Hamba, maka itu Luruskan NiatMu hanya kepada Alloh SWT Azzah Itulah yg dinamakan *"Al-Hanif or Hunafaa"* sedangkan ketika Menjalankan Ibadah yang disertai dengan Ketulusan Hati Semata-mata hanya kepada Alloh SWT Azzah itulah yang dinamakan *"Mukhlishiina LaHuddin"*.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar