Rabu, 15 Januari 2025

MAKRIFAT JAKA GLEDEG

Moch Djamhar Abdul Karim : ============== MAKRIFAT JAKA GLEDEG ============== Assalamualaikum Abah, kalau kita masuk mushola apakah di sunnahkan sholat tahiyatul mesjid dan benar ga kalau suara petir/ halilintar itu adalah suara malaikat ========== Wslm Wr Wb, Musholla itu Artinya Tempat Sholat sedangkan Masjid itu Artinya Tempat Sujud, Nah Masjid ini Terbagi Dua yaitu : Masjid Jaami' (yang dipakai Sholat Jum'at) dan Masjid Ghoiru Jaa'mi (yang ndak dipakai Sholat Jum'at), karena Keduanya Sama-sama Masjid maka disunnahkan Sholat Tahiyyatul Masjid or Menghormati Tempat Sujud sbg Tempat Ibadah dan Tempat Turunnya Rohmat Alloh SWT. Sahabat MURRI, Tentang Petir (Ash-Showa'iq) itu Terbagi Dua yaitu : 1. Kilat Api (Al Barqu) yakni Cahaya dari Petir yaitu Cambuk Api dari Malaikat Tuk Mengatur Awan Mendung (Ash-Showa'iq). 2. Halilintar (Ar Ro'du) yakni Suara Gemuruh (Gledeg) dari Petir itu Sendiri. Adapun Makna dari Ar-Ro'du (ro’ada yar’udu ro’dan yaitu sbg mashdarnya) ini Bermacam-macam yaitu : 1. Suara Gemuruh setelah Petir 2. Malaikat yang Bertugas Mengatur Awan 3. Suara Malaikat ketika Mengatur Awan 4. Dan Lain-lain Alloh SWT Menjelaskan Ttg Ar-Ro'du ini di QS. Ar Ro'du Ayat 12 : هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَال. "Dialah Tuhan yang Memperlihatkan Kilat (Al Barq) kepada Kalian Tuk Menimbulkan Ketakutan (Berupa Suara Gledeg or Adzab pada Orang or Kaum Tertentu) dan Harapan (Berupa Hujan) lalu DIA Mengadakan Awan yang Tebal (karena Mengandung Air Hujan)". Juga Alloh SWT Menerangkan di QS. Al Baqoroh Ayat 19 : اَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَآءِ فِيْهِ ظُلُمٰتٌ وَّرَعْدٌ وَّبَرْقٌۚ.. "Atau (Perumpamaan Mereka itu) seperti Hujan yang Lebat (Ash Shoyyib yaitu Turun) dari Langit (Awalnya Berupa Awan or As Sahaab) padanya (pada Awan itu Terdapat) Kegelapan (sebab Matahari Tertutup Awan Gelap) dan Gemuruh (Ar Ro'du yaitu Suara Gledeg setelah Petir) dan Kilat (Al Barq yakni Kilatan Api)". Dalam HR. Imam At Tirmidzi No. 3117 Ada Hadits yang Menceritakan ketika itu Nabi S.A.W. ditanya oleh Sahabat Ttg Ar Ro'du, Beliau Menjawab : مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ. ”Ar Ro’du itu Adalah Malaikat yang diberi Tugas Mengurusi Awan (As-Sahaab) dan Bersamanya Cambuk dari Api yang Memindahkan Awan sesuai dengan Kehendak Alloh SWT". Dikitab Adabul Mufrod Karya Imam Al Bukhori Ada Hadits dari Ikrimah R.A. bahwa Dahulu ketika Abdulloh Bin Abbas R.A. Mendengar Suara Gledeg Beliau Berdoa : سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ "Maha suci Alloh yang Petir pun Bertasbih kepadaNYA". Lalu Beliau Berkata : "Sesungguhnya Petir itu Adalah Suara Malaikat yang Berteriak Tuk Mengatur Awan agar Turun Hujan sebagaimana Pengembala Ternak yang Membentak Hewan Gembalanya". Tetapi Ketika Para Sahabat Berkumpul lalu Mendengar Suara Petir lalu Sahabat Nabi yang Bernama Abdulloh Bin Zubeir R.A. Berdoa : سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ. “Mahasuci Alloh yang mana Petir dan Para Malaikat pun Bertasbih dengan MemujiNYA karena Rasa Takut kepadaNYA". lalu Beliau Berkata kepada Para Sahabat yang Lainnya : إِنَّ هَذَا لَوَعِيْدٌ شَدِيْدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ ”Inilah Ancaman yang Sangat Keras Tuk Penduduk Suatu Negeri”. =========== TAMBAHAN : "Sebenarnya Kilat (Al Barqu) itu Bukanlah Termasuk Cahaya (An Nuur) karena Kecepatannya Kurang dari Kecepatan Cahaya, dalam Ilmu Fisika yg Pernah dipelajari Jaman Dahulu bahwa Kecepatan Cahaya itu 299.338 (300rb) km/detik sedangkan Kecepatan Suara itu 1.126 km/jam, Ini Tergantung pada Temperatur, Kelembapan dan Tekanan Udara yang Ada. Maka itu Kilat Berupa Cambuk Api Bukan Cambuk Cahaya sebab dalam Reaksi Fisika dimana Senyawa-senyawa disekitar Awan seperti Uap Air (H2O), Gas Oksigen, Nitrogen, Karbon dioksida dalam Keadaan Terbakar (Terionisasi). Petir itu Sendiri Terbentuk dari Lompatan Listrik Akibat Adanya Perbedaan Potensial antara Awan yg Satu dengan Awan yg lain pada Saat diatur or digiring oleh Malaikat Ar Ro'du itu shg Masing-masing Awan yg Mempunyai Potensial Listrik yang Berbeda-beda itu Saling Bertemu dan Bertabrakan. Maka itu Semakin Awan itu Menghitam maka Semakin Besar pula Kandungan Uap Air yg Terkandung didalamnya, dan Semakin Banyak Gesekan yang Timbul Antar Uap Air di Awan Tersebut maka akan Semakin Besar pula Listrik Statis yang Terkandungnya shg Semakin Besar Muatan Listriknya (Al Barqu). Ketika Suhu dari Petir ini Meningkat maka Terjadilah Perbedaan Suhu dan Tekanan pada Masing-masing Awan yang Bersatu itu shg dari Sinilah Muncul Angin or Badai Angin yg disertai dgn Petir yg Menyambar-nyambar. Nah dari Angin (Ar Riihu) inilah yg Menggiring Awan Tuk Menyebar dan Berkumpul lalu Turunlah Hujan (Al Mathor) Berupa Hujan Lebat (Ash Shoyyib) or Hujan Ringan (Al Ghoits) dari Awan-awan yg Menghitam (As Sahaab) itu". ~ ADMIN ~ INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini: http://linkr.bio/murripusat

Tidak ada komentar: