Selasa, 07 Januari 2025

MAKRIFAT ELING WASPADA

Moch Djamhar Abdul Karim : ============== *MAKRIFAT* *ELING WASPADA* ============== Sahabat MURRI, Ketika Diri Mulai Memasuki Ranah *"Eling Lan Waspada"* maka diharuskan sudah Melewati Ingat kpd Alloh SWT pada Setiap Indera Zhahir maupun Bathinnya sebab Apa yg dilihat, didengar, dipikirkan, dirasakan harus Ingat-ingat kpd Alloh SWT. 1. ELING : Apa yang harus diingat maka disinilah Ranahnya Kedalaman Diri, Ada yang Baru sampai pada NamaNYA itupun sudah Bagus, Ada yang sudah sampai PerbuatanNYA itupun sudah Bagus, Ada yang sudah sampai pada Rasa dan Rahsa itu Termasuknya sudah sangat Bagus sekali shg Bisa Eling setiap saat, Kapanpun dan dimanapun Jua hingga Takala akan Berbuat Kelengahan or Kekhilafan Diri maka Ia akan Tertegur oleh RohmatNYA dengan Berbagai Hal dan Bisa juga dielingi Melalui Semua CiftaanNYA yang pada Hakekatnya Adalah dari Alloh SWT shg Ia ndak Jadi Melakukan Perbuatan yang ndak diridhoiNYA itu. 2. WASPADA : Pada Semua Keadaan baik itu Keadaan Sempit maupun Lapang, Termasuk ketika Keadaan Emergency or pun Darurat Tetaplah Waspada shg dari Waspada ini akan Menghasilkan Mawas Diri hingga dari Sinilah Timbulnya Akhlak yg disertai Kesadaran Diri itu shg ndak Lengah-lengah lagi dalam Berpikir, Berkata, Bersikap, maupun Bertindak sebab Ia sudah Meninjau dari Semua Sisinya maka Tentunya akan Sedikit Sekali Lengahnya. 3. Biasanya Ketika Ada Mang Santri Tinggal Bersama Saya Misalkan, maka Biasanya akan Terbukti Apa Kelengahan-kelengahannya sehingga Mang Santri itu akan Sadar Diri Kembali bahwa telah Melakukan Kelengahan Tentang Berbagai Hal dan Banyak HAL sehingga Bagi Mendapatkan Rohmat akan Memperbaikinya Kembali, Tetapi bagi yang Belum Mendapatkan Rohmat ia Tak Memperbaikinya dan Kelak Lambat Laun akan Menyesalinya dan diberikan Rasa Malu yang Sangat ketika Berjumpa dengan Saya lagi. 4. Terkadang Ada yang Melakukan Kedua dan Ketiga Kali dengan Kesalahan yang sama dengan Alasan Lupa Misalkan, sehingga disinilah Ikhtiari didalam Memperbaiki Dirinya akan Teruji Padahal Belajar Kelengahan Diri ini dari Aktivitas Sehari-hari yang Terbilang Masih Sederhana. 5. Misalkan, Ketika Makan Seharusnya Makan Bersama tetapi Makan Lebih Dahulu Walaupun Bersama Para Mang Santri yang Lainnya yang masih Baru Belum Mengerti Adab Tatakramanya spt Apaan. 6. Ada yang suka Menyendiri or Sesendirian juga Tak Baik, sebab Kelak akan Kesulitan Bersosialisasi dengan Masyarakat or Rekan Kerja, ketika sudah Pulang Mesantren. Para Sahabat MURRI Banyak yang masih seperti ini sehingga Takala Kumpul Malah ia Mengasingkan Diri, ndak Mau Mengenal dan Bercampur Baur dengan Para Sahabat MURRI yang Lainnya, ini juga Sikap yang Kurang Baik. 7. Ada juga ketika didepan seperti Pemalu sehingga Makannya seperti Biasa Umumnya Santri, Tetapi ketika didapur ia Makan Kembali Apa-apa yang Ada Seharusnya ndak spt Itu. 8. Ada Tamu yang Bawa Makanan or Buah ketika dibawa didapur dijajalin Dahulu, Walaupun hanya Satu Buah Misalkan Seharusnya disediakan Dahulu kepada Guru dan Makan Bersama-sama maka Berkah. 9. Ada juga Ketika Para Mang Santri yang Lainnya Bersih-bersih Tetapi Ada Satu Dua Mang Santri Masih Main Handphone saja Seharusnya Bareng-bareng Bekerja, Nanti Kelak Saraf Motoriknya yang Terkendala. 10. Ada lagi Ketika Ada Makanan Tersisa Masih Banyak lalu Besoknya Saya Baru Tahu maka sudah Basi, Seharusnya Inisiatif Santri itu dihangatkan di Ricecooker or Ketika Makanan Memang Banyak bisa dibagikan kepada Para Mang Santri Sekitar yang ndak Tinggal Bersama Saya sehingga Makanan ndak Kebuang Sia-sia. 11. Ada lagi Bangun Tidur Selalu dibangunkan Terus setiap Harinya, Seharusnya Santri itu sudah Bisa Mandiri dan Terjaga setiap Sepertiga Malamnya or Shubuhnya. 12. Ketika Ada Tamu Buat Kopi Pakai Air Dispenser yang Dingin sehingga Kopinya Terapung lalu Ketika Saya Lihat Buatan Kopinya spt itu lalu Saya Tanyakan : *"Diapensernya sudah dihidupkan Belum.?"*|| (Pas dilihat Ternyata Belum) Seharusnya Lihat Lampu Dispensernya Dahulu or Cek Dahulu Panasnya Sebelum Membuat Kopi, Teh, d.l.l.. 13. Kelengahan-kelengahan Kecil seperti ini Memang Sepintas Pekerjaan yang Mudah, Tetapi Sangatlah Berbeda Ketika sudah Praktikumnya Bersama MURRI sehingga Banyak dari Para Mang Santri yang Menjadi Kebingungan karena Hal-hal yang Sederhana dan Berulang-ulang saja Sering Keliru dan Lengahnya. 14. Lalu Bagaimana Hal-hal yang Besar Tentang Keumatan Kelak ketika diamanahi Umat dan Hal ini ketika Mesantren Bersama Saya akan Membuktikan Bahwa dikehidupan Nyatanya Sehari-hari Banyak Sekali yang Belum Bisa Mengamalkan : *"Eling Lan Waspodo"* sehingga Sangatlah Mudah Tertipu, Tergiur, Prasangka Keliru, Lengah dan Juga Seringkali Berbuat Khilaf-khilaf hanya saja Belum disadari dan direnungi. 15. KALAAM HIKMAHNYA : *"Pabila Hidup Kalian Seringkali Berbuat Khilaf dan Keliru maka Hal itu Membuktikan Bahwa Dzikrulloh Belum Masuk Mendarah Daging kpd Diri Kalian maka Perlu ditingkatkan Kembali Dzikir Pikirnya, nanti Kita akan Lanjutkan Ilmu Eling Waspodonya"*.

Tidak ada komentar: