Minggu, 12 Januari 2025

MAKRIFAT ILMU DAN ULAMA MURRI

Moch Djamhar Abdul Karim : ====================== *MAKRIFAT* *ILMU DAN ULAMA MURRI* ====================== Assalamu'alaikum Abah, Apa makna dan hikmah pelajarannya ketika disyekh Mubarok abah berbicara dengan orang yang pendengaran terganggu (tuli).. 😁|| Wslm WrWb, Artinya Banyak Orang yang Kepingin didengar Ucapannya Tetapi ia Ndak Mau Mendengar Nasehat Orang Lain Padahal Sangat Bermanfaat Tuk Dirinya, ini Namanya Sifat Egois. Maka Orang yang Tuli Hakikat Adalah Orang yang Pantang Nasehat, Sekalipun Dirinya Kacau Memprihatinkan. Maka Wajar saja Kondisi Diri dan Kehidupannya selalu Kacau, sebab Cocok dan Bersesuaian dengan Sifat-sifat yang Melekat yang ada pada Dirinya, Nah Para Sahabat MURRI Jangan spt itu. AssalamualaikumWrwb, Abah apa hikmahnya dari kegiatan rutin disaung MURRI yaitu ta'lim, dzikir, ibadah, mengunjungi ulama tertentu dan ziarah ke makam para auliya supaya kami bisa memahaminya, terimalah ========== Wslm Wr Wb, 1. Dalam Kitab Lubabil Hadits Imam Suyuti dan Kitab Tanqihul Qoul Syekh Nawawi Al Bantani Membahas Ttg Keutamaan ilmu dan Ulama Cukup Detail juga. Imam Abdurrahman Jalaluddin As Suyuti Merupakan Ulama Mesir yang Lahir Tanggal 3 Oktober 1445 M (Malam Ahad Tanggal 1 Rojab 849H) dan Wafat 1505 M (911H), Beliau Lahir diantara Kitab-kitab Perpus Ayahnya ketika Ibunya hendak Mengambil Kitab yang dibutuhkan Ayahnya shg dikenal Ibnu Kutub (Anaknya Kitab-kitab), Beliau Memiliki Karya Sekitar 600 Kitab dimana Satu Kitabnya Banyak yang Tebal-tebal dan Berjilid. Keilmuan Beliau Setarap Mujtahid Mutlaq tetapi Beliau Terkenal Mengikuti Madzhab Syafi'i dan Asy'ari, Beliau Wafat pada Malam Jum’at Tanggal 19 Jumadil Ula Tahun 911 H (1505 M). 2. Rosululloh S.A.W. Bersabda kepada Ibnu Mas’ud R.A. : يَا ابْنَ مَسْعُوْدٍ، جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِيْ مَجْلِسِ العِلْمِ، لاَ تَمَسُ قَلَماً، وَلاَ تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ أَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ إِلىَ وَجْهِ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَسَلاَمُكَ عَلىَ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ. *"Wahai Ibnu Mas’ud, DudukMu Sesaat didalam suatu Majelis ilmu, Tanpa Memegang Pena dan Tanpa Menulis satu Huruf (pun) lebih baik bagiMu dari pada Memerdekakan Seribu Budak. PandanganMu kepada Wajah Seorang yang Berilmu lebih baik bagiMu daripada Seribu Kuda yang Kamu Shodaqohkan dijalan Alloh SWT. Dan Ucapan SalamMu kepada Orang yang Berilmu lebih baik bagiMu daripada Beribadah Seribu Tahun"*. Sebab dengan ilmu yang Haq (Benar) dan Orang Alim yang Mendapatkan Ridho Alloh SWT, itu Adalah Karunia yang Sangat Bernilai Tinggi bahkan bisa Melebihi Apapun. 3. Dalam Kitab Riyadush Sholihin And Nawawi, Riwayat Umar bin Khottob R.A. ia Berkata : Aku pernah Mendengar Rosululloh S.A.W. Bersabda "Barangsiapa Berjalan menuju Perkumpulan Orang Alim, maka setiap Langkahnya dinilai 100 Kebajikan, bila ia Duduk dan Mendengarkan Apa-apa yang dikatakan Orang Alim Tersebut, maka Setiap Kalimat yang diucapkan Orang Alim itu dinilai Satu Kebaikan Baginya"*. Sebab Ucapannya bisa Memberikan Maslahat dan Wasilah Hidayah pada Umat Banyak. 4. Rosululloh S.A.W. Bersabda : فَقِيْهٌ وَاحِدٌ مُتَوَرِّعٌ أَشَدُّ عَلىَ الشَيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ مُجْتَهِدٍ جَاهِلٍ وَرعٍ. *"Satu Orang yang Faqih (Pandai ilmu Syari'at Fiqih) dan Wiro’i (yang Meninggalkan Hal-hal yang diharamkan dan Subhat) lebih Berat bagi Syetan (Menggodanya) dari pada Seribu Orang yang Giat Beribadah (namun) Bodoh (meskipun) Wiro’i"*. Sebab Ujian pada Rosululloh S.A.W. lebih Berat daripada Para Rosul Lainnya, Para Nabi, Para Wali, Para Ulama, Para Penda'i dan Umat pada Umumnya Itulah Tingkatan Iman dan Ujian. 5. Rosululloh S.A.W. Bersabda : فَضْلُ العَالِمِ عَلىَ العَابِدِ كفَضْل القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ عَلىَ سَائِرِ الكَوَاكِبِ. *"Keutamaan Orang yang Berilmu (yang Mengamalkan ilmunya) atas Orang yang Ahli ibadah Adalah seperti Utamanya Bulan dimalam Purnama atas Semua Bintang-bintang lainnya"*. Sebab Bulan itu bisa Menerangi pada Umat yang sedang Kegelapan Malam Jahiliyyah sedangkan Bintang-bintang hanya bisa Menunjukan Arah saja Tak bisa Menerangkan. 6. Rosululloh S.A.W. Bersabda : مَنِ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ أنْ يَخْطُوَ. *"Siapa yang Berpindah (baik dengan Berjalan Kaki or Naik Kendaraan) Tuk Mempelajari ilmu (Tauhid, Syari'at dan Akhlak) maka ia akan diampuni (Dosa-dosa yang Kecil yang telah lalu) sebelum ia akan Melangkah (dari Tempatnya bila ia Berniat Ikhlas karena Alloh SWT)"*. Sebab ilmu Semacam itu Sangat Bermanfaat Tuk didunia maupun diakhirat Kelak sbg Hadiahnya. Ilmu Tauhid Mencakup : Ilahiyyat 50 Akidah, Nabawiyyat 13 Akidah dan Sama'iyyat 10 Akidah. Ilmu Fiqh itu Mencakup : Ibadah, Muamalah, Munakahat dan Jinayat. Sedangkan ilmu Akhlak Mencakup : Akhlak kepada Alloh SWT, Akhlak kepada Manusia, Akhlak kepada Sesama Makhluk. 7. Rosululloh S.A.W. Bersabda : أَكْرِمُوا الْعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مُكْرَمُوْنَ. *"Muliakanlah Ulama’ (Orang-orang yang Memiliki ilmu Agama dan Mengamalkannya) karena Sungguh Mereka disisi Alloh SWT Adalah Orang-orang yang Mulia dan dimuliakan (dikalangan Malaikat)"*. Inilah Ulama Akhirat yaitu Ulama Warosatul Anbiya yakni Ulama yang Lahir Batinnya Mendapatkan Ridho Alloh SWT dan Rosul-NYA. 8. Rosululloh S.A.W. Bersabda : مَنْ نَظَرَ إِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ نَظْرَةً فَفَرِحَ بِهَا خَلَقَ اللهُ تَعَالَى مِنْ تِلْكَ النَّظْرَةِ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. *"Siapa yang Memandang Wajah Orang yang Berilmu dengan sekali Pandangan, lalu ia Bahagia dengan Pandangan itu, maka Alloh SWT telah Menciptakan Pandangan itu Seorang Malaikat yang akan Memintakan Ampunan Tuknya sampai Hari Kiamat"*. Sebab dengan Pandangan Ta'zhim dan Takrim (Memuliakan) spt itu Merupakan Pertanda Nyambung dan Kelak akan disambungkan kepada Alloh SWT dan Rosul-NYA. 9. Rosululloh S.A.W. Bersabda : مَنْ أَكْرَمَ عَالِمًا فَقَدْ أَكْرَمَنِيْ، وَمَنْ أَكْرَمَنِيْ فَقَدْ أَكْرَمَ اللهَ، وَمَنْ أَكْرَمَ اللهَ فَمَأوَاهُ الْجَنَّةُ. *"Siapa yang Memuliakan Seorang yang Berilmu maka Sungguh ia telah MemuliakanKu, Siapa yang MemuliakanKu maka Sungguh ia telah Memuliakan Alloh SWT, dan Siapa yang Memuliakan Alloh SWT, maka Tempatnya Adalah Jannah"*. 10. Rosululloh S.A.W. Bersabda : نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ. *"Tidurnya Seorang yang Berilmu (yakni Orang Alim yang Memelihara Adab ilmunya) lebih Utama daripada ibadahnya Orang yang Bodoh (yang ndak Memperhatikan Adabnya Beribadah)"*. 11. Rosululloh S.A.W. Bersabda : مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ ب كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا. *"Siapa yang Belajar satu Bab dari ilmu baik ia Amalkan or ndak (diamalkan) maka itu lebih Utama daripada ia Melakukan Sholat Sunnah Seribu Rokaat"*. 12. Rosululloh S.A.W. Bersabda : مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ. *"Siapa yang Mengunjungi Seorang yang Berilmu maka Seakan-akan ia MengunjungiKu, Siapa yang Berjabat Tangan dengan Orang yang Berilmu, maka Seakan-akan ia Berjabat Tangan denganKu, Siapa yang Duduk dengan Orang yang Berilmu, maka Seakan-akan ia Duduk denganKu didunia, dan Siapa yang Duduk denganKu di Dunia, maka Aku akan Menjadikan ia Duduk BersamaKu dihari Kiamat"*. 13. Ulama itu Terbagi 3 yaitu : Ulama Fiqh, Ulama Tafsir dan Ulama Hadits. Seorang Guru Pembimbing itu harus Mendidik Tiga Hal kepada Murid-muridnya, yaitu : Akidah, Syari'at dan Akhlak. Pabila Ndak Mendidik Ketiga Hal Tersebut maka Belum bisa dikatakan sbg Guru Pembimbing sebab Belum Sempurna Perjalanan Ilmunya.

Tidak ada komentar: